Tampilkan postingan dengan label Ayo Mendongeng!. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ayo Mendongeng!. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 September 2014

CINDERELLA YANG BAIK HATI (PRANCIS)



Cinderella adalah seorang putri cantik
yang malang. Setelah ibu dan ayah-
nya meninggal, ia tinggal bersama

ibu tiri dan dua saudara tiri yang jahat. la disuruh
bekerja keras siang malam. Sementara, sang ibu tiri
dan dua saudara tirinya hanya bermalas-malasan.

    Walaupun begitu, Cinderella tidak mengeluh. la
selalu mengerjakan tugasnya dengan riang gembi-
ra. ltu sebabnya ibu peri sangat sayang kepadanya.
Suatu hari, pangeran mengadakan pesta untuk
memilih calon istri. Semua keluarga bangsawan
dari seluruh negeri diundang ke pesta itu. lbu tiri
dan dua saudara tiri Cinderella tidak mau keting-
galan. Mereka pun berencana untuk pergi dengan
dandanan terbaik.

Cinderella sebenanya ingin ikut ke pesta. Tapi,
ibu tirinya melarang "Dasar tidak tahu malu. Kau
kerja saja di rumah!"bentak ibu tiri.

Cinderella sebenarnya ingin ikut ke pesta. Tapi, ibu tirinya melarang. "Dasar tidak tahu
malu. Kau kerja saja di rumah!"-bentak ibu tiri.
Cinderella sedih sekali. Ia termenung di depan jendela sambil melihat ibu tiri dan kedua saudara
tirinya berangkat ke pesta. Saat itu, ibu peri datang. Ia merasa kasihan kepada Cinderella.

"Kau ingin datang kepesta itu?"tanya ibu peri. Cinderela pun menganguk

"kalau begitu, pergilah!" kata ibu peri.

"Tapi,aku tidak punya pakaian yang bagus" kata
Cinderlla.

lbu peri melambaikan tongkat ajaibnya. Seketi-
ka itu, Cinderella pun berubah jadi putri jelita yang
mengenakan baju sangat indah dan sepasang sepatu kaca.Cinderella berteriak kegirangan.

Namun ibu peri berpesan kepada Cinderella.
"Pergilah ke pesta itu. Tapi ingat, sebelum tengah
malam kau harus sudah pulang. Sebab, setelah tengah malam, kau akan kembali berubah sepertisemulai" kata ibu peri.

Cinderella mengangguk tanda mengerti. la pun
berangkat dengan kereta kuda yang terbaik pem-
berian ibu peri.

Setibanya di pesta, semua orang terpesona meli-
hat kecantikan Cinderella. Pangeran juga terpesona
melihatnya. Lalu, ia mengajak Cinderella berdansa.
Mereka asyik sekali berdansa sampai-sampai lupa
waktu.

    Tidak terasa tengah malam hampir tiba. Cinde-
rella teringat pesan ibu peri. Dengan tergesa-gesa,
Cinderella berpamitan kepada pangeran dan berlari pulang. Pangeran mencoba mengejar, tapi Cin-
derella sudah menghilang. Namun, karena terburuburu, sebelah sepatu kaca Cinderella pun terlepas.
Pangeran pun mengambil sepatu kaca yang ter-
tinggal itu.

Pangeran tidak bisa melupakan Cinderella. la
mendatangi semua rumah di seluruh negeri untuk
menemukannya. la menyuruh semua wanita muda
untuk mencoba sepatu kaca.Tapi, tidak ada seorang
pun yang kakinya pas dengan sepatu kaca itu.

Suatu hari, tibalah pangeran di rumah Cinderella. Dua saudara tiri Cinderella mencoba sepatu kaca
itu.Tapi, tidak ada yang pas. Pangeran pun beranjak
pulang dengan raut kecewa.
Saat keluar,Ia  melihat Cinderella yang
sedang menyapu halaman. Pangeran mengamati
waja Cinderella dergan saksma. la merasa mengenal wajah itu lalu
ia menmenyuruh Cinderella
mencoba sepatu kaca.
lbu tiri Cinderdlla berusah melarang. "la hanya
peinbantu yqrg kotor, pangeran. la tidak pantas
mencoba sepatu kaca itu" katanya




"Tidak!Semua wanita di negeri ini boleh menco-
banya," sergah pangeran. lbu tiri Cinderella hanya
bisa diam sambil tertunduk malu.

Cinderella mulai mencoba sepatu kaca itu.
Ternyata, pas sekali dengan kakinya. Pangeran
gembira sekali melihatnya. la sangat yakin Cinde-
rella adalah wanita yang ia cari-cari.
 

Pangeran akhirnya memboyong Cinderella ke
istana dan menikahinya. Sejak saat itu, mereka
hidup bahagia selamanya. Sementara, ibu tiri dan
kedua saudara tiri Cinderella mendapat hukuman
dari pangeran karena telah menyiksa Cinderella.
READ MORE - CINDERELLA YANG BAIK HATI (PRANCIS)

Kamis, 08 Mei 2014

SEMUT YANG SOMBONG DAN KUPU-KUPU YANG BAIK HATI (SPANYOL)


Di sebuah hutan di luar Kota Madrid,
hidup berbagai binatang. Ada se-
mut, kelinci, burung, kucing, capung,
kupu-kupu, dan binatang lainnya.
Suatu hari, badai dahsyat menerjang hutan itu.
"Kraak kraak" terdengar bunyi pohon dan dahan-
dahan patah di segala penjuru. Banyak binatang
yang mati karena tidak bisa menyelamatkan diri.
Badai berlangsung sehari semalam. Menjelang
pagi, barulah badai berhenti menyisakan kehan-
curan di mana-mana.
Sejenak tidak tampak ada kehidupan di hutan
itu. Tiba-tiba, dari dalam tanah muncul seekor se-
mut. Semut itu berhasil selamat dariterjangan ba-
dai dengan cara masuk ke dalam tanah.
Semut memandang sekelilingnya. Lalu, berjalan
sambil memeriksa keadaan hutan. Langkahnya ter-
henti saat melihat kepompong tergeletak ditanah.
"Hmm, alangkah tidakenaknya menjadi kepom-
pong, terkurung dan tidak bisa ke mana-mana. Ka-
lau aku sih bisa pergi ke mana saja aku suka," ejek
semut kepada kepompong. Kepompong pun ha-
nya diam membisu.
Beberapa hari kemudian, semut melewati
sebuah jalan yang becek dan berlumpur. la tidak
sadar kalau lumpur yang diinjaknya bisa mengisap-
nya.
"Aduh, sulit sekali berjalan di tempat becek se-
perti ini," keluh semut. Semakin lama, tubuh semut
semakin tenggelam dalam lumpur.
Tolong...tolong!" teriak semut.
"Wah, sepertinya kamu sedang kesulitan ya?"
Semut terheran-heran mendengar suara itu. la
memandang sekelilingnya untuk mencari sumber
suara. Tapi, ia hanya melihat seekor kupu-kupu ter-
bang di atas kepalanya.
"Hei, aku adatah kepompong yang dulu kamu
ejek. Sekarang, aku sudah menjadi kupu-kupu. Kamu
tahu, aku bisa terbang ke mana pun aku suka de-
ngan sayapku. Sementara, lihatlah! Saat ini, kau
tidak bisa berjalan di lumpur itu, kan? Kau akan
ditelan lumpur itu sebentar lagi," kata kupu-kupu.
Semut terdiam malu. "Yah, aku sadar. Aku mo-
hon maaf karena telah mengejekmu saat menjadi
kepompong. Maukah kau menolongku sekarang?"
pinta semut memelas.
Kupu-kupu pun berpikir sebentar. "Baiklah, aku
akan menolongmu," kata kupu-kupu.
Kupu-kupu lalu menarik semut dari dalam lum-
pur hingga selamat. Terima kasih, kau telah me-
nyelamatkan aku," kata semut.
"Sudahlah, kita wajib menolong siapa pun yang
sedang kesusahan, bukan? Tapi, lain kali kamu ja-
ngan suka mengejek kelemahan binatang lainnya.
Setiap makhluk Tuhan pasti punya kelebihan dan
kekurangan;" kata kupu-kupu menasihati semut.
Semut pun mengangguk malu. Sejak saat itu,
semut dan kupu-kupu menjadi sahabat karib.
READ MORE - SEMUT YANG SOMBONG DAN KUPU-KUPU YANG BAIK HATI (SPANYOL)

Kamis, 11 Juli 2013

Dongeng : Prakata Untuk Pembaca

Suatu saat di akhir tahun 2012, saya meminjam buku berbahasa Inggris yang di dalamnya ada cerita-cerita pendek untuk anak. Ketika anak-anak saya, Zarkasya (7 tahun) dan Faizan (5 tahun), hendak tidur, saya iseng-iseng menawarkan kepada mereka sesuatu, "Mau Papah ceritakan dongeng tidak?" Mereka mengangguk antusias. Lalu sambil berbaring, mereka mendengarkan saya bercerita. Karena anak-anak saya belum mengerti bahasa Inggris, tentu saja saya harus mengalihbahasakan cerita berbahasa Inggris itu ke bahasa yang mereka mengerti. Saya terpaksa mendongeng dengan berpikir keras (maklum saya juga tidak begitu pandai berbahasa Inggris). Saya harus memilih kata-kata yang sederhana dan mudah dipahami oleh mereka. Tak saya sangka sebelumnya, akhirnya setiap kali hendak tidur mereka selalu meminta saya mendongeng.  

Hampir setiap malam saya mendongeng, tak terasa begitu banyak dongeng yang saya ceritakan. Satu hari satu dongeng, satu bulan tigapuluh dongeng, tiga bulan seratus duapuluh dongeng. Tak terasa saya sudah kehabisan dongeng. Tak terasa pula bahwa saya merasa lebih dekat dengan anak-anak saya dari sebelumnya, dan saya betul-betul merasa anak-anak menantikan kehadiran saya.

Sengaja atau tidak, anak-anak saya kadang menonton tayangan-tayangan di televisi yang penuh intrik, konflik, korupsi, kolusi, kekerasan, tersangka, korban, kebohongan, perceraian, gosip artis, sensasi, buka aurat, dan segala macam contoh moral yang buruk. Ketika kedua orangtuanya tak bisa mendampingi, semua hal tadi tersaji mentah-mentah tanpa bimbingan pesan moral yang memadai. Mereka menyaksikan dunia yang buruk! Ketika anak-anak saya mengalami hari yang buruk, kenapa saya tidak coba memperbaiki dunia (yang buruk) itu dengan sesuatu yang saya bisa lakukan dengan sederhana? Yang saya lakukan adalah menyempatkan diri untuk memperbaiki hari mereka sebelum mereka tidur dan memulai hari berikutnya. Yang saya lakukan adalah menceritakan dongeng-dongeng menghibur yang sederhana untuk menanamkan pesan moral yang baik. Semoga hari esok yang mereka jalani menjadi lebih baik.

Saya lalu terpikir untuk membuat blog kumpulan dongeng-dongeng anak. Walaupun sederhana, mudah-mudahan bisa membuat dunia kita semua menjadi lebih baik. Dunia saya, dunia anak-anak saya, dunia para pembaca semua, mudah-mudahan menjadi dunia yang lebih baik dan berbudi pekerti luhur.

*****

Saya bukan penulis dongeng, oleh karena itu karya-karya yang ada dalam blog ini adalah karya para penulis dongeng terkenal dari literatur berbahasa inggris yang saya alih bahasakan ke bahasa Indonesia dengan tutur kata dan gaya penulisan sendiri. Oleh karena itu saya mencantumkan istilah "terjemah bebas" di akhir setiap artikel dalam blog ini untuk menunjukkan bahwa karya tersebut merupakan hasil terjemahan dari literatur asalnya tetapi didongengkan ulang dengan improvisasi, dan bumbu-bumbu cerita yang saya tambahkan sendiri.

Dongeng yang saya kisahkan dalam blog ini kebanyakan berupa fabel (cerita fiksi tentang binatang atau benda yang bertingkah-laku menyerupai manusia), misalkan cerita tentang binatang seperti Kambing dan Rubah, atau benda lain seperti Pohon dan Belukar. Tentunya ini menjadi pertanyaan bagi si anak, misalkan : mungkinkah seekor kambing berbicara seperti dalam cerita? Apakah pohon bisa bercakap-cakap seperti dalam dongeng? Ini pun sebenarnya bukan hanya pertanyaan dari pikiran polos seorang anak, orang dewasa pun bertanya hal serupa tapi dengan bahasa yang lebih canggih, "Mungkinkah binatang dan tanaman berkomunikasi?"

Dengan latar belakang pendidikan saya sebagai muslim, maka saya mendapat jawaban dari kitab suci sebagai berikut:  
"Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun." (Al-Qur'an, surat Al-Isra', ayat 44).
Tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tapi kita tidak mengerti. Oleh karena itulah blog ini saya namakan "fasabbih", yang berarti "maka bertasbihlah". Untuk memahami sesuatu dengan sederhana, maka blog ini dibuat.

Di dalam blog ini banyak dongeng berisi pesan moral, pesan pendidikan yang diceritakan dengan ringan melalui cerita-cerita binatang, tanaman, atau benda yang berperilaku seperti manusia. Mendengar dongeng perilaku binatang dengan semua tingkah polahnya, saya kadang tersenyum geli, tertawa, atau kadang merenung. Tingkah lucu, pintar, cerdik, bijaksana, baik hati, rendah hati, dan semua kelakuan baik para binatang dalam dongeng, membuat saya tersenyum. Saya menertawakan perilaku binatang-binatang dalam cerita yang kadang lugu, konyol, bodoh, serakah, dengki, pemarah, sombong, egois, dan semua perilaku buruk lainnya. Yah, tanpa sadar saya menertawakan diri sendiri.

*****

Saya ingin menghadirkan blog ini sebagai wahana pendidikan yang ringan tanpa maksud menggurui, terutama untuk anak-anak saya. Oleh karena itu sangat penting menurut saya agar dongeng-dongeng yang saya kisahkan ulang dalam blog ini saya saring atau modifikasi seperlunya terlebih dahulu, dengan tujuan agar :
1. Dongeng harus memiliki pesan moral yang baik,
2. Dongeng diceritakan dengan sederhana, sehingga bisa dipahami maksudnya bahkan oleh anak-anak, 
3. Dongeng yang dikisahkan memiliki sebuah alur sebab-akibat yang masuk akal,
4. Oleh karena itu dongeng yang dipilih tidak menceritakan tentang hal-hal ajaib, magis, sihir, kutukan, benda-benda keramat dan sejenisnya,
5. Dongeng sesedikit mungkin menceritakan tentang kekerasan, ataupun jika ada maka sedapat mungkin kata-katanya diperhalus.

*****

Terakhir saya sampaikan hal-hal tentang mendongeng yang saya peroleh dari www.ayahbunda.co.id.
5 Tips mendongeng : 
  1. Ambil cerita yang Anda sukai karena anak menangkap antusiasme Anda, dan dia belajar menyukai cerita itu. Cerita bisa Anda peroleh dari buku anak dan cerita legenda atau cerita rakyat. (tambahan dari penulis : pilih dongeng atau bumbui dongeng yang anda ceritakan sesuai dengan nilai-nilai yang anda anut).
  2. Sering kontak mata meski Anda membacakan buku, agar anak tetap fokus pada Anda dan dongeng.
  3. Kurangi gangguan, cari tempat tenang:
    • Matikan TV, komputer, CD player dan jangan sambil mengerjakan hal-hal lain.
    • Waktu dan tempat yang tenang membantu anak memahami isi cerita.
    • Menjelang tidur malam adalah saat tepat untuk mendongeng, karena fisik dan pikiran anak dalam keadaan tenang.
  4. Bicara wajar, tak perlu banyak tingkah atau gaya agar anak tetap fokus pada cerita, bukan pada gerakan Anda.
    • Gerak tubuh dan ekspresi wajah, suara yang diubah-ubah tidak perlu sempurna karena elemen terpenting dalam cerita yang bagus adalah diri ANDA.
    (tambahan dari penulis : bumbui cerita sesuai dengan selera, katakan dongeng dengan kata-kata anda sendiri) 
    • Tingkatkan partisipasi anak, dengan menjadikannya bagian dalam cerita Anda.
      • Anak lebih banyak belajar dan lebih baik mengingat cerita.
      • Dorong anak untuk mengekspresikan dengan bahasa tubuh dan wajah. Ini membuat anak menikmati setiap kalimat, deskripsi dan karakter dalam cerita.  
      (tambahan dari penulis : tanyakan hal-hal kecil kepada anak, misalkan bagaimana sih suara ayam berkokok?)
      12 Manfaat Dongeng :
      1. Meningkatkan keterampilan bicara anak, karena bayi atau balita akan kenal banyak kosa kata.
      2. Mengembangkan kemampuan berbahasa anak, dengan mendengarkan struktur kalimat.
      3. Meningkatkan minat baca.
      4. Mengembangkan keterampilan berpikir.
      5. Meningkatkan keterampilan problem solving.
      6. Merangsang imajinasi dan kreativitas.
      7. Mengembangkan emosi.
      8. Memperkenalkan nilai-nilai moral.
      9. Memperkenalkan ide-ide baru.
      10. Mengalami budaya lain.
      11. Relaksasi.
      12. Mempererat ikatan emosi dengan orang tua.
      *****

      Nah, selamat mendongeng! Satu langkah kecil untuk pendidikan seumur hidup anak-anak kita.

      Bandung, Ramadhan 1434 Hijriah
      Raqim * Riki Kurniawan

      READ MORE - Dongeng : Prakata Untuk Pembaca