Tampilkan postingan dengan label Cerita Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Anak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 September 2014

CINDERELLA YANG BAIK HATI (PRANCIS)



Cinderella adalah seorang putri cantik
yang malang. Setelah ibu dan ayah-
nya meninggal, ia tinggal bersama

ibu tiri dan dua saudara tiri yang jahat. la disuruh
bekerja keras siang malam. Sementara, sang ibu tiri
dan dua saudara tirinya hanya bermalas-malasan.

    Walaupun begitu, Cinderella tidak mengeluh. la
selalu mengerjakan tugasnya dengan riang gembi-
ra. ltu sebabnya ibu peri sangat sayang kepadanya.
Suatu hari, pangeran mengadakan pesta untuk
memilih calon istri. Semua keluarga bangsawan
dari seluruh negeri diundang ke pesta itu. lbu tiri
dan dua saudara tiri Cinderella tidak mau keting-
galan. Mereka pun berencana untuk pergi dengan
dandanan terbaik.

Cinderella sebenanya ingin ikut ke pesta. Tapi,
ibu tirinya melarang "Dasar tidak tahu malu. Kau
kerja saja di rumah!"bentak ibu tiri.

Cinderella sebenarnya ingin ikut ke pesta. Tapi, ibu tirinya melarang. "Dasar tidak tahu
malu. Kau kerja saja di rumah!"-bentak ibu tiri.
Cinderella sedih sekali. Ia termenung di depan jendela sambil melihat ibu tiri dan kedua saudara
tirinya berangkat ke pesta. Saat itu, ibu peri datang. Ia merasa kasihan kepada Cinderella.

"Kau ingin datang kepesta itu?"tanya ibu peri. Cinderela pun menganguk

"kalau begitu, pergilah!" kata ibu peri.

"Tapi,aku tidak punya pakaian yang bagus" kata
Cinderlla.

lbu peri melambaikan tongkat ajaibnya. Seketi-
ka itu, Cinderella pun berubah jadi putri jelita yang
mengenakan baju sangat indah dan sepasang sepatu kaca.Cinderella berteriak kegirangan.

Namun ibu peri berpesan kepada Cinderella.
"Pergilah ke pesta itu. Tapi ingat, sebelum tengah
malam kau harus sudah pulang. Sebab, setelah tengah malam, kau akan kembali berubah sepertisemulai" kata ibu peri.

Cinderella mengangguk tanda mengerti. la pun
berangkat dengan kereta kuda yang terbaik pem-
berian ibu peri.

Setibanya di pesta, semua orang terpesona meli-
hat kecantikan Cinderella. Pangeran juga terpesona
melihatnya. Lalu, ia mengajak Cinderella berdansa.
Mereka asyik sekali berdansa sampai-sampai lupa
waktu.

    Tidak terasa tengah malam hampir tiba. Cinde-
rella teringat pesan ibu peri. Dengan tergesa-gesa,
Cinderella berpamitan kepada pangeran dan berlari pulang. Pangeran mencoba mengejar, tapi Cin-
derella sudah menghilang. Namun, karena terburuburu, sebelah sepatu kaca Cinderella pun terlepas.
Pangeran pun mengambil sepatu kaca yang ter-
tinggal itu.

Pangeran tidak bisa melupakan Cinderella. la
mendatangi semua rumah di seluruh negeri untuk
menemukannya. la menyuruh semua wanita muda
untuk mencoba sepatu kaca.Tapi, tidak ada seorang
pun yang kakinya pas dengan sepatu kaca itu.

Suatu hari, tibalah pangeran di rumah Cinderella. Dua saudara tiri Cinderella mencoba sepatu kaca
itu.Tapi, tidak ada yang pas. Pangeran pun beranjak
pulang dengan raut kecewa.
Saat keluar,Ia  melihat Cinderella yang
sedang menyapu halaman. Pangeran mengamati
waja Cinderella dergan saksma. la merasa mengenal wajah itu lalu
ia menmenyuruh Cinderella
mencoba sepatu kaca.
lbu tiri Cinderdlla berusah melarang. "la hanya
peinbantu yqrg kotor, pangeran. la tidak pantas
mencoba sepatu kaca itu" katanya




"Tidak!Semua wanita di negeri ini boleh menco-
banya," sergah pangeran. lbu tiri Cinderella hanya
bisa diam sambil tertunduk malu.

Cinderella mulai mencoba sepatu kaca itu.
Ternyata, pas sekali dengan kakinya. Pangeran
gembira sekali melihatnya. la sangat yakin Cinde-
rella adalah wanita yang ia cari-cari.
 

Pangeran akhirnya memboyong Cinderella ke
istana dan menikahinya. Sejak saat itu, mereka
hidup bahagia selamanya. Sementara, ibu tiri dan
kedua saudara tiri Cinderella mendapat hukuman
dari pangeran karena telah menyiksa Cinderella.
READ MORE - CINDERELLA YANG BAIK HATI (PRANCIS)

Kamis, 08 Mei 2014

RUBAH ADALAH Sl RAJA HUTAN SESUNGGUHNYA? (INDIA)



Siapa binatang  yang paling  ditakuti  di hutan? Harimau! Ya, tentu  saja. Harimau binatang
yang sangat menakutkan  karena
memiliki gigi dan cakar yang tajam bagaikan pisau. Binatang lain akan berlari menjauh jika melihat
harimau.
Nah,pada suatu hari yang cerah,harimau sedang duduk berjemur.Tiba-tiba, ia melihat rubah sedang
mengendap-endap hendak  mencuri bangkai rusa miliknya.
Harimau segera berdiri dan menghadang rubah. Ia mengaum keras sekali. "Berani sekali kau hendak
mencuri hasil buruanku';kata harimau dengan su­ ara menakutkan.
Tapi, aneh  sekali. Rubah tidak  takut. Justru ia memperlihatkan wajah marah dan berkata,"Berani
sekali kau menuduh aku pencuri. Aku adalah raja di hutan ini. Mana ada raja yang mencuri':
Harimau kaget mendengar kata-kata rubah."Kau raja hutan? Bohong besar. Kau bukan  raja hutan.
Akulah raja hutan;'kata  harimau sambil mengaum lebih keras lagi.
"Aku raja hutan. Akulah penguasa hutan ini;'ben­
tak rubah dengan suara yang tidak kalah keras.
"Kau tahu, semua binatang  akan lari ketakutan saat melihat aku! Kau tidak percaya? Ayo, aku bukti­
kan padamu. lkutlah denganku!" ajak rubah.
Tanpa menunggu persetujuan  harimau, rubah segera berjalan sambil mendongakkan kepala. Ha­ rimau
pun kebingungan melihat  tingkah  rubah. "Benarkah dia raja hutan?" harimau tak habis pikir
Karena penasaran, hartmau  pun  mengikuti rubah dan berjalan di belakangnya. Mereka mele­ wati
sebuah padang  rumput. Saat itu, kumpulan rusa sedang asyik memakan rumput. Tiba-tiba, ke­ tika
melihat harimau berjalan di belakang rubah, mereka segera lari ketakutan.
"Kau lihat sendiri,bukan? Rusa-rusa itu takut me­
lihatku;'kata rubah menyombongkan diri.
"Ayo ikuti aku lagi. Aku tunjukkan lagi bukti lain­
nya';lanjut rubah.
"Benar juga, ya. Rusa-rusa itu berlarian saat meli­
hat si rubah;'pikir harimau.
Rubah berjalan lagi dan harimau mengikutinya dengan raut wajah bingung. Lalu, mereka bertemu
sekelompok  monyet  yang sedang mencari buah­ buahan.  Melihat   kedatangan   harimau,  monyet­
monyet itu langsung lari ke atas pohon sambil me­ mekik-mekik ketakutan.
"Bagaimana? Belum puas juga? Semua binatang takut melihat aku. Mereka lari ketakutan saat meli­
hatku. Kau percaya sekarang? Akulah si raja hutan;' kata rubah.
Harimau kagum sekaligus heran. Ia tidak menya­ dari kalau rusa dan monyet  itu sebenarnya lari ka­
rena melihat dirinya, bukan karena melihat rubah.
"Aku memang hampir tidak percaya. Tapi,aku te­ lah t;Jelihat dengan mata kepalaku sendiri. Maafkan
aku karena sudah berlaku tidak sopan padamu, wa­ hai Raja Hutan;'kata harimau kepada rubah.
"Baiklah, aku mengampunimu kali ini. Pergi sana!" kata rubah mengusir harimau. Harimau pun segera
pergi walaupun tetap merasa kebingungan.
Setelah harimau pergi, rubah tertawa terbahak­ bahak melihat kebodohan harimau yang berhasil ia
tipu."Untung saja aku banyak akal. Kalau tidak, aku pasti mati diterkam harimau;'kata rubah.

READ MORE - RUBAH ADALAH Sl RAJA HUTAN SESUNGGUHNYA? (INDIA)

SEMUT YANG SOMBONG DAN KUPU-KUPU YANG BAIK HATI (SPANYOL)


Di sebuah hutan di luar Kota Madrid,
hidup berbagai binatang. Ada se-
mut, kelinci, burung, kucing, capung,
kupu-kupu, dan binatang lainnya.
Suatu hari, badai dahsyat menerjang hutan itu.
"Kraak kraak" terdengar bunyi pohon dan dahan-
dahan patah di segala penjuru. Banyak binatang
yang mati karena tidak bisa menyelamatkan diri.
Badai berlangsung sehari semalam. Menjelang
pagi, barulah badai berhenti menyisakan kehan-
curan di mana-mana.
Sejenak tidak tampak ada kehidupan di hutan
itu. Tiba-tiba, dari dalam tanah muncul seekor se-
mut. Semut itu berhasil selamat dariterjangan ba-
dai dengan cara masuk ke dalam tanah.
Semut memandang sekelilingnya. Lalu, berjalan
sambil memeriksa keadaan hutan. Langkahnya ter-
henti saat melihat kepompong tergeletak ditanah.
"Hmm, alangkah tidakenaknya menjadi kepom-
pong, terkurung dan tidak bisa ke mana-mana. Ka-
lau aku sih bisa pergi ke mana saja aku suka," ejek
semut kepada kepompong. Kepompong pun ha-
nya diam membisu.
Beberapa hari kemudian, semut melewati
sebuah jalan yang becek dan berlumpur. la tidak
sadar kalau lumpur yang diinjaknya bisa mengisap-
nya.
"Aduh, sulit sekali berjalan di tempat becek se-
perti ini," keluh semut. Semakin lama, tubuh semut
semakin tenggelam dalam lumpur.
Tolong...tolong!" teriak semut.
"Wah, sepertinya kamu sedang kesulitan ya?"
Semut terheran-heran mendengar suara itu. la
memandang sekelilingnya untuk mencari sumber
suara. Tapi, ia hanya melihat seekor kupu-kupu ter-
bang di atas kepalanya.
"Hei, aku adatah kepompong yang dulu kamu
ejek. Sekarang, aku sudah menjadi kupu-kupu. Kamu
tahu, aku bisa terbang ke mana pun aku suka de-
ngan sayapku. Sementara, lihatlah! Saat ini, kau
tidak bisa berjalan di lumpur itu, kan? Kau akan
ditelan lumpur itu sebentar lagi," kata kupu-kupu.
Semut terdiam malu. "Yah, aku sadar. Aku mo-
hon maaf karena telah mengejekmu saat menjadi
kepompong. Maukah kau menolongku sekarang?"
pinta semut memelas.
Kupu-kupu pun berpikir sebentar. "Baiklah, aku
akan menolongmu," kata kupu-kupu.
Kupu-kupu lalu menarik semut dari dalam lum-
pur hingga selamat. Terima kasih, kau telah me-
nyelamatkan aku," kata semut.
"Sudahlah, kita wajib menolong siapa pun yang
sedang kesusahan, bukan? Tapi, lain kali kamu ja-
ngan suka mengejek kelemahan binatang lainnya.
Setiap makhluk Tuhan pasti punya kelebihan dan
kekurangan;" kata kupu-kupu menasihati semut.
Semut pun mengangguk malu. Sejak saat itu,
semut dan kupu-kupu menjadi sahabat karib.
READ MORE - SEMUT YANG SOMBONG DAN KUPU-KUPU YANG BAIK HATI (SPANYOL)

Rabu, 31 Juli 2013

The Story of A Cat : Chapter 2

Bab II

Si Kucing Tinggal Bersama Madame de la Grenouillère, Dan Dirawat Oleh Ibu Michel


Kisah Seekor Kucing : Ibu Michel
Ibu Michel
Madame de la Grenouillère tinggal di sebuah rumah besar yang terletak di pojok jalan antara Saint-Thomas-du-Louvre dan Orties-Saint-Louis; di sana ia tinggal menyendiri, hanya ditemani oleh dua orang pelayan utamanya, - Nyonya Michel, pelayan dan sebagai teman, dan M. Lustucru, si pengurus rumah. Pelayan-pelayan ini sudah berumur cukup tua, sehingga ia memanggilnya Ibu Michel dan Bapak Lustucru.

Rupa Ibu Michel seperti sifatnya yang ramah; ia orang yang terbuka dan jujur, berbeda dengan Pak Lustucru yang licik dan suka berpura-pura. Si pengurus rumah pandai membuat alasan sehingga dapat mengelabui orang-orang yang kurang berpengalaman; tapi pengamat yang cermat dapat dengan mudah mengetahui sifat sebenarnya di balik topeng kelakuan baiknya. Mata birunya menyiratkan kepura-puraan, cuping hidungnya menyimpan amarah, ada kelicikan di ujung hidungnya yang lancip, dan ada kedengkian di bentuk bibirnya.
Walau demikian, lelaki ini tidak pernah menunjukkan sesuatu yang bisa mengurangi kehormatannya; ia selalu bisa menjaga tampak luarnya yang kelihatan jujur, dengan menyembunyikan sifatnya yang buruk. Kejahatannya seperti sebuah tambang batu bara yang belum tersulut korek api,- tinggal menunggu untuk meledak.

Kisah Seekor Kucing : Pak Lustucru
Pak Lustucru
Lustucru tidak menyukai binatang apapun, tetapi, untuk menyenangkan nyonyanya, ia berpura-pura memuja mereka. Ketika ia melihat Ibu Michel menggendong si kucing, ia berkata pada dirinya sendiri :"Apa! Lagi-lagi binatang! Orang-orang di rumah ini saja sudah cukup banyak!"
Ia tak tahan untuk tidak melirik dengan antipati pada si pendatang baru; tapi segera ia menutupi perasaannya lalu berseru seolah kagum,-
"Oh, kucing yang cantik! kucing yang rupawan! kucing ini tak ada duanya!" - dan dia mengelus kucing itu dengan belaian khianat.
"Benarkah?" kata Madame de la Grenouillère, "tidakkah kamu melihatnya buruk rupa?"
Kisah Seekor Kucing : Kucing Yang Cantik
Oh Betapa Cantiknya Dia

"Buruk rupa! Tapi, lihatlah matanya yang mempesona. Tapi jika ia menakutkan, kepedulianmu padanya akan mengubahnya.""Tadinya dia membuatku jijik."
"Makhluk yang pada awalnya tak menyenangkan akhirnya akan menjadi yang paling disayangi," jawab Pak Lustucru.
Mereka membawa si kucing ke kamar mandi, yang walaupun sangat takut air, menyerah ketika ia dimandikan; ia tampaknya mengerti bahwa mandi itu untuk memperbaiki penampilannya. Setelah memberi kucing itu makan sekerat daging, yang dimakannya dengan nikmat, mereka merundingkan jadwal makan kucing itu, apa yang dilakukannya sehari-hari, dan di mana ia harus tidur.
Kisah Seekor Kucing : Kucing Mandi
Kucing Mandi

Mereka lalu memikirkan sebuah nama untuk si kucing. Ibu Michel dan Pak Lustucru mengusulkan beberapa nama yang riang, seperti Mistigris, Tristepatte, dan lainnya; tapi nyonya mereka menolak semuanya. Ia ingin sebuah nama yang menunjukkan keadaan ketika kucing itu ia temukan. Ia lalu menemui seorang sarjana tua keesokan harinya. Sarjana itu mengusulkan nama Moumouth yang artinya diselamatkan dari panci.
Kisah Seekor Kucing : Kucing Gemuk
Kucing Menjadi Gemuk

Kisah Seekor Kucing : Mencari Nama
Sarjana Mencari Nama

Beberapa hari kemudian; Moumouth hampir-hampir tak dikenali lagi. Bulu-bulunya mengkilat; makanan bergizi membuat tubuhnya sehat; kumisnya tegak berdiri seperti kumis jago pedang abad ke tujuhbelas; matanya berkilau seperti permata. Ia adalah saksi hidup bahwa perawatan yang baik terbukti berakibat baik. Kucing itu berhutang budi terutama pada Ibu Michel, yang merawatnya dengan kasih sayang; sebaliknya ia jelas-jelas tidak senang pada Pak Lustucru, ia membencinya seperti musuh, dan menolak semua yang diberikan oleh pengurus rumah itu. Walaupun demikian mereka memang jarang sekali bertemu. Hari-hari berlalu amat menyenangkan untuk Moumouth, dan masa depannya tampak begitu cerah; tapi, seperti cerita Damocles dari Yunani, dalam setiap kesenangan ada masalah yang mengancam di atas kepala orang maupun kucing. Pada hari ke-24 bulan Januari 1753, kesedihan yang tidak biasa terlihat di wajah Moumouth; dia diam saja jika Madame de la Grenouillère membelainya dengan lembut; dia tidak mau makan dan sehari-harinya dihabiskan dengan meringkuk di depan perapian, menatap api dengan sedih. Ia punya firasat mendapat musibah, dan akhirnya musibah itu datang.
Kisah Seekor Kucing : Tak Mau Diberi
Dia Tak Mau Menerima Apapun

Kisah Seekor Kucing : Duduk Di Perapian
Kucing Duduk Di Samping Perapian

Pada malam itu seorang utusan datang. Ia datang dari Château de la Gingeole di negeri Normandy. Ia membawa surat untuk si wanita bangsawan dari adiknya yang patah kaki ketika naik kereta kuda. Ia memohon ditemani oleh satu-satunya keluarga yang ia punya, dan ia ingin ditemani segera. Madame de la Grenouillère sangat baik hati, tanpa ragu-ragu ia berkata :"Besok aku akan pergi."
Mendengarnya, Moumouth menatap penolongnya itu dan mengeong pilu, miau.

Kisah Seekor Kucing : Saat Kecil Memelihara Kucing
Saat Kecil Ia Memelihara Kucing

Kisah Seekor Kucing : Aku Pergi Besok
Aku Harus Pergi Besok


"We will take good care of him, madame," said Father Lustucru.
"Don’t you trouble yourself about him, I pray you," interrupted the Countess. "You know that he has taken a dislike to you; your presence merely is sufficient to irritate him. Why, I don’t know; but you are insupportable to him."
"That is true," said Father Lustucru, with contrition; "but the cat is unjust, for I love him and he doesn’t love me."

"Kucing yang malang!" kata Nyonya, "tapi kita harus berpisah! Aku tak bisa membawamu karena adikku tak menyukai binatang sejenismu; dia anggap kalian suka berkhianat. Benar-benar buruk! Saat kecil ia memelihara seekor anak kucing. Karena terlalu bersemangat menunjukkan perhatiannya, anak kucing itu tak sengaja mencakarnya. Apakah karena ia jahat? Bukan, tapi karena memang begitulah anak kucing. Walau demikian sejak saat itu adikku membenci kucing."
Moumouth menanggapi kata-kata tuannya seperti ia berkata,-
"Tapi engkau akhirnya memberi kami keadilan, wanita yang mulia!"
Sesaat Nyonya terdiam dan merenung, lalu ia berkata,-
"Ibu Michel, aku percayakan kucingku padamu."
"Kami akan merawatnya untukmu, Nyonya," kata Pak Lustucru.
"Jangan menyulitkan dirimu sendiri, kumohon," Nyonya menyela, "kamu tahu dia tidak menyukaimu; melihatmu saja sudah membuatnya jengkel. Aku tak tahu kenapa; tapi kamu tak cocok dengannya."
"Benar Nyonya," jawab Pak Lustucru menyesal, "tapi kucing itu tidak adil; aku mencintainya sedang ia tidak!"
Kisah Seekor Kucing : Kupercayakan Kucing Padamu
Kupercayakan Kucingku Padamu

"Saudariku juga tidak adil. Kucing-kucing mungkin menyukainya tapi ia tak menyukai mereka. Aku menghormati keputusannya. Lakukan juga itu untuk Moumouth." Setelah mengucapkan kata-kata itu dengan tegas, Madame de la Grenouillère beralih ke Ibu Michel."Padamu, Ibu Michel, dan hanya padamu, aku mempercayakan kucingku. Kembalikan ia dengan selamat dan aku akan memberimu banyak keuntungan. Aku sudah enampuluh lima tahun sekarang, dan kamu sepuluh tahun lebih muda; mungkin saja kamu yang akan menutup mataku"-  
"Oh, Nyonya! Kenapa berpikir buruk seperti itu?"
"Biar aku selesai bicara. Untuk berjaga-jaga aku sudah berpikir untuk memberimu dana yang cukup; tapi jika kamu merawat Moumouth untukku, aku akan berikan kamu pensiun seribu limaratus keping uang."
"Ah Nyonya!" kata Ibu Michel dengan nada yang tulus, "tak perlu membayar untuk pelayananku ini; aku mencintai kucing itu dengan sepenuh hati, dan aku tak akan meninggalkannya." 
"Itu aku sudah yakin, dan aku juga tahu bagaimana harus menghargai pengorbananmu."
Selama pembicaraan itu, Pak Lustucru berusaha keras untuk menahan rasa cemburunya.
"Semua untuknya, dan tak ada sedikitpun untukku!" ia berkata pada dirinya sendiri. "Seribu limaratus keping uang setahun! Benar-benar harta karun, dan ia yang mendapatkannya! Oh tidak! Dia tak boleh mendapatkannya!"

Kisah Seekor Kucing : Kereta Kuda Siap
Kereta Kuda Sudah Siap

Pagi hari berikutnya jam setengah delapan, empat ekor kuda yang lincah ditambatkan pada kereta kuda yang akan membawa wanita tua yang berhati mulia itu ke negeri Normandy. Ia mengucapkan selamat tinggal kepada kucing kesayangannya, mendekapnya di dadanya lalu naik ke atas kereta.
Hingga saat itu Moumouth hanya merasa sedikit tidak nyaman, tapi akhirnya ia mengerti! Ia melihat penolongnya itu akan pergi, dan menggigil takut kehilangannya, ia mencoba naik ke pangkuannya.
"Kamu harus tinggal di sini," kata Madame de la Grenouillère mencoba menahan air mata.
Percayakah kamu? - kucing itu juga menangis!


Kisah Seekor Kucing : Kucing Ingin Naik Kereta
Kucing Ingin Naik Kereta

Untuk menghentikan keadaan yang membuat sedih itu, Ibu Michel memeluk kucing dengan bahunya dari atas jok kereta; pintu kereta ditutup, kuda-kuda menarik kereta dengan sekuat tenaga, dan segera pergi dengan cepat. Moumouth berguling-guling tak karuan, lalu pingsan. 

Kisah Seekor Kucing : Kucing Pingsan
Si Kucing Pingsan

Madame de la Grenouillère menjulurkan kepalanya keluar kereta, melambaikan saputangan, lalu berteriak dengan sedih:
"Ibu Michel, kupercayakan kucingku padamu!"

Kisah Seekor Kucing : Dia Harus Mati
Dia Harus Mati!

"Tenanglah Nyonya!; Aku berjanji anda akan menemuinya besar dan gemuk ketika anda kembali."
"Be tranquil, madame; I swear you shall find him large and plump when you return."
"Dan aku," Pak Lustucru berbisik dengan suara yang dalam, "Aku janji akan membuatnya mati!"

***

Bab III. Ibu Michel Yang Baik Hati, Pak Lustucru Yang Jahat

lanjutkan >>

Alih bahasa ke bahasa Indonesia oleh Raqim
Sumber www.guttenberg.org
READ MORE - The Story of A Cat : Chapter 2

Senin, 29 Juli 2013

The Story of A Cat : Chapter 1

THE STORY OF A CAT
TRANSLATED FROM THE FRENCH OF
EMILE DE LA BÉDOLLIÈRE
By
THOMAS BAILEY ALDRICH
With Silhouettes by L. Hopkins
Kisah Seekor Kucing


Alih bahasa ke bahasa Indonesia oleh Raqim
Sumber www.guttenberg.org

***

Pendahuluan

Cerita yang mengisahkan perjalanan hidup seorang wanita tua bernama Ibu Michel dan kucingnya karya M. Bédollière dari negeri Perancis. Kisah ini menjadi popular di Inggris setelah dialihbahasakan dalam bahasa Inggris oleh T.B. Aldrich, dan sekarang dikisahkan kembali oleh Raqim dalam bahasa Indonesia.

***

Bab I

Bagaimana Ibu Michel Bertemu Kucingnya

 

Kisah Seekor Kucing : burung nuriDahulu, saat negeri Perancis diperintah oleh Raja Louis ke-15, tinggal di kota Paris seorang wanita bangsawan yang kaya raya bernama Yolande de la Grenouillère. Ia wanita bangsawan yang terhormat dan dermawan. Ia bersedekah bukan hanya pada penduduk di daerah tempat tinggalnya, Saint-Germain-l’Auxerrois, tapi juga kepada orang-orang miskin di tempat lainnya. Suaminya bernama Roch-Eustache-Jérémie, bergelar Count of Grenouillère (Tuan dari Grenouillère), meninggal dalam pertempuran di Fontenoy pada hari ke-11 bulan Mei 1745. Janda yang baik itu selalu teringat almarhum suaminya bahkan kadang ia tiba-tiba menangis sedih sendiri. Sendirian tanpa anak, ia selalu merasa kesepian dan akhirnya ia memiliki kegemaran aneh, ...aneh tapi tidak mengurangi kebaikan dan sifatnya yang mempesona : ia memiliki kegemaran memelihara binatang, tapi kegemaran itu malah membuatnya semakin sedih karena semua binatang yang dipeliharanya akhirnya selalu mati.     
Kisah Seekor Kucing : memberi sedekah
Wanita Bangsawan Memberi Sedekah
Awalnya ia mengasihi seekor burung nuri berbulu hijau. Burung itu tak berhati-hati makan daun peterseli hingga perutnya mulas hebat. Gangguan pencernaan, karena salah makan biskuit manis, menghilangkan nyawa anjing berhidung pesek yang amat disayang Madame de la Grenouillère. Peliharaannya yang ketiga adalah seekor monyet, jenis hewan yang memikat hati. Suatu hari ia lepas dari ikatannya, bermain-main di atas pohon di taman saat hujan. Ia terkena demam dan akhirnya ia berakhir di makam.     
Kisah Seekor Kucing : monyet kehujanan
Monyet Kehujanan Hingga Sakit

Setelahnya wanita bangsawan itu memelihara burung-burung, tapi akhirnya ia selalu kehilangan mereka. Kalau tidak kabur terbang ke angkasa, burung-burung itu mati tersedak biji. Ia amat bersedih dan mencucurkan banyak air mata karena musibah yang terus-menerus terjadi menimpanya. Teman-teman wanita bangsawan itu kasihan melihatnya lalu mereka menawarkan kepadanya tupai, burung kenari, tikus putih, burung kakatua; tapi wanita itu tak mau menerimanya; ia bahkan menolak seekor anjing spaniel yang bisa main kartu, menari, makan sayur, dan mengerti bahasa Yunani.

Kisah Seekor Kucing : menawari peliharaan
Teman-Teman Menawarkan Binatang Peliharaan

"Tidak, tidak," katanya, "Aku tak mau lagi memelihara binatang; udara dalam rumahku membuat mereka sakit."
Kisah Seekor Kucing : anak-anak nakal
Anak-Anak Nakal Mengejar Seekor Kucing

Wanita bangsawan itu akhirnya mempercayai kalau nasibnya memang malang.
Suatu hari ia sepulang dari beribadah, ia melihat anak-anak berkumpul berdesak-desakan dan tertawa terbahak-bahak. Setelah ia naik ke atas kereta kuda, ia bisa melihat apa yang ada di balik kerumunan itu. Ia segera melihat bahwa sumber kehebohan itu adalah seekor kucing yang di buntutnya terikat sebuah panci kaleng, panci yang diikatkan oleh anak-anak nakal itu.

Kucing malang itu pasti sudah berlari jauh sekali, ia tampak luar biasa lelah. Melihat si kucing sudah tak mampu berlari cepat, anak-anak nakal itu mengelilingi si kucing lalu melemparinya dengan batu. Kucing yang tak beruntung itu melihat sekelilingnya dan tak ada seorangpun yang mengasihaninya. Ia sadar dikelilingi oleh orang-orang jahat dan ia menyerah pada nasibnya, tapi ia menerimanya dengan berani seperti seorang pahlawan bangsa romawi. Batu-batu sudah menghantam tubuhnya ketika Madame de la Grenouillère merasa sangat kasihan padanya lalu turun dari kereta kuda, menerobos kerumunan itu lalu berseru, "Aku akan beri sekeping uang emas untuk siapapun yang mau menyelamatkan binatang ini!"

Kisah Seekor Kucing : kucing membungkuk
Makhluk Malang itu Menundukkan Kepala
Kata-katanya sungguh sakti; seketika segerombolan penghukum itu menjadi para pembebas; si kucing bahkan hampir kehabisan nafas karena diperebutkan oleh anak-anak yang ingin membebaskannya dengan selamat... demi sekeping uang emas. Akhirnya seorang anak yang kuat seperti Herkules muda mengalahkan para pesaingnya, menggenggam si kucing yang kepayahan lalu menyerahkannya kepada si wanita bangsawan.

Kisah Seekor Kucing : persembahan kucing
Si Kucing Dipersembahkan Kepada Wanita Bangsawan
"Baiklah!" katanya, "Ini hadiah untukmu sesuai janjiku." Wanita itu memberikan sekeping uang emas berkilau yang baru keluar dari percetakan, lalu ia menambahkan, "Sekarang lepaskan kucing itu dari penderitaannya!"

Si Herkules muda itu menurut. Madame de la Grenouillère mengamati kucing yang ia selamatkan. Sudah jelas kucing itu kucing jalanan. Rupanya yang sudah buruk, tambah jelek lagi karena kejadian yang menimpanya tadi. Bulunya pendek bersalut lumpur, dengan susah payah dapat dilihat bahwa warna bulunya abu-abu bergaris hitam. Ia sungguh kurus hingga tampak tembus pandang, orang bisa menghitung jumlah tulang rusuknya, dan ia sangat lemah bahkan seekor tikus bisa mengalahkannya dengan mudah. Hanya satu keunggulannya, ia punya pesona seekor kucing.

Kisah Seekor Kucing : kucing kampung
Oh, Seekor Kucing Buruk Rupa!
"Oh sayangku, seekor kucing yang buruk rupanya," Madame de la Grenouillère berkata setelah ia mengamati si kucing.
Ketika ia akan naik lagi ke atas kereta kuda, kucing itu menatapnya dengan pandangan yang aneh, tak mampu dijelaskan dengan kata-kata, penuh dengan rasa terimakasih dan menyesali, begitu menyentuh sehingga seketika wanita baik hati itu tertegun. Dari mimik wajahnya, kucing itu seolah-olah berbicara padanya dengan amat fasih...

"Kamu sudah mengikuti kata hatimu; kamu melihatku lemah, menderita, tertekan, dan kamu mengasihaniku. Setelah kebaikan hatimu sudah terpuaskan, rupaku yang buruk membuatmu jijik. Aku kira kamu baik, tetapi ternyata tidak. Jika kamu benar-benar berhati lembut kamu akan merawatku karena aku adalah seekor kucing yang buruk rupanya; kamu akan tahu bahwa nasibku yang malang ini karena rupaku yang buruk, kamu sama saja - jika kamu meninggalkanku di jalanan ini, menyerahkanku pada anak-anak nakal ini - yah hal itu adalah sama saja untukku. Pergilah! Kamu tidak perlu membanggakan dirimu sendiri dengan kebaikanmu yang setengah hati itu! - Kamu sama sekali tidak menolongku; Kamu hanya memperpanjang penderitaanku. Aku kucing buangan, seluruh dunia memunggungiku; Aku akan segera mati; biarlah takdirku terpenuhi sekarang!"   

Madame de la Grenouillère hampir menangis. Kucing itu seperti manusia super -tapi tidak, ia seekor kucing. Baginya ia tampak seperti seekor binatang super! Dia membayangkan kucing itu berubah, bahwa ia dulunya adalah seorang ahli pidato ulung yang sekarang berdiri di hadapannya. Ia berkata kepada pelayannya, Ibu Michel, yang sedang ada di dalam kereta -.
"Bawa kucing itu."
"Apa! Nyonya akan membawanya ke rumah?" Ibu Michel berseru kaget.
"Tentu saja. Selama aku masih hidup, kucing itu bisa tinggal di dekat perapian dan tinggal meja makanku. Jika kamu ingin membuatku senang, perlakukan kucing itu dengan baik seperti engkau memperlakukanku."
"Baik Nyonya, aku akan menurut."
"Bagus. Ayo kita pulang!"
Kisah Seekor Kucing : pulang ke rumah
Ibu Michel Diperintahkan Membawa Si Kucing
  
***

Bab II. Si Kucing Tinggal Bersama Madame de la Grenouillère, Dan Dirawat Oleh Ibu Michel.

lanjutkan >>

Alih bahasa ke bahasa Indonesia oleh Raqim
Sumber www.guttenberg.org


 

READ MORE - The Story of A Cat : Chapter 1

Selasa, 09 Juli 2013

Dongeng Anak

133 Dongeng Anak

Belajar kebaikan, menemukan kebenaran, bisa didapat dari siapa saja, kapan saja, di mana saja, bahkan dari dongeng anak.

0. Manfaat Mendongeng : Prakata Untuk Pembaca
1. Dongeng Anak : Angsa Bertelur Emas
2. Dongeng Anak : Petani dan Burung Bangau
3. Dongeng Anak : Pemimpin Kodok
4. Dongeng Anak : Pak Tani dan Keledainya
5. Dongeng Anak : Kambing dan Rubah
6. Dongeng Anak : Lonceng Sang Kucing
7. Dongeng Anak : Pindahan Rumah Burung Pipit
8. Dongeng Anak : Rubah dan Burung Bangau
9. Dongeng Anak : Singa dan Tikus
10. Dongeng Anak : Ilalang dan Pohon Mahoni
11. Dongeng Anak : Katak Yang Ingin Mengalahkan Lembu
12. Dongeng Anak : Singa dan Gajah
13. Dongeng Anak : Tupai dan Raja Hutan
14. Dongeng Anak : Rusa yang Terluka
15. Dongeng Anak : Gagak yang Sombong
16. Dongeng Anak : Teman-Teman Pak Kelinci
17. Dongeng Anak : Kelinci dan Kura-Kura
18, Dongeng Anak : Serigala dan Burung Bangau
19. Dongeng Anak : Kuda dan Keledai
20. Dongeng Anak : Rubah dan Ayam
21. Dongeng Anak : Anak Gembala yang Berteriak, "Serigala!"
22. Dongeng Anak : Si Kikir Kehilangan Emas
23. Dongeng Anak : Tikus Desa Pergi ke Kota
24. Dongeng Anak : Serigala dan Anjing Pak Tani
25. Dongeng Anak : Rubah dan Buah Anggur
26. Dongeng Anak : Harta Tersembunyi
27. Dongeng Anak : Rubah dan Burung Gagak
28. Dongeng Anak : Susu Tumpah
29. Dongeng Anak : Singa yang Sekarat
30. Dongeng Anak : Rubah Kehilangan Ekor
31. Dongeng Anak : Singa dan Kambing
33. Dongeng Anak : Burung Gagak dan Ibunya
34. Dongeng Anak : Keledai Menyanyi
35. Dongeng Anak : Kodok dan Bocah
36. Dongeng Anak : Banteng dan Tikus
37. Dongeng Anak : Kekecewaan Serigala
38. Dongeng Anak : Ikan di Genggaman
39. Dongeng Anak : Dua Sahabat dan Beruang
40. Dongeng Anak : Anjing dalam Jerami
41. Dongeng Anak : Kura Kura dan Elang
42. Dongeng Anak : Pak Tani dan Anak-Anaknya
43. Dongeng Anak : Serigala dan Biri biri
44. Dongeng Anak : Ayam Jantan dan Rubah
45. Dongeng Anak : Burung Elang dan Rubah
46. Dongeng Anak : Semut dan Jangkrik
47. Dongeng Anak : Anjing Kehilangan Tulang
48. Dongeng Anak : Singa dan Penasehatnya
49. Dongeng Anak : Serigala Berbaju Domba
50. Dongeng Anak : Bagian Singa
51. Dongeng Anak : Matahari dan Angin
52. Dongeng Anak : Semut dan Merpati
53. Dongeng Anak : Keledai Membawa Lukisan
54. Dongeng Anak : Keledai dan Bayangannya
55. Dongeng Anak : Keledai dan Pembelinya
56. Dongeng Anak : Keledai dan Tuannya
57. Dongeng Anak : Semut dan Kepompong
58. Dongeng Anak : Kisah Androcles
59. Dongeng Anak : Kera dan Dua Pengelana

60. Dongeng Anak : Keledai dan Anjing Kesayangan
61. Dongeng Anak : Keledai dan Serigala
62. Dongeng Anak : Keledai berbaju Singa
63. Dongeng Anak : Otak Keledai
64. Dongeng Anak : Orang Tamak dan Orang Dengki
65. Dongeng Anak : Bocah Mandi
66. Dongeng Anak : Bocah dan Gula Gula
67. Dongeng Anak : Badut dan Orang Dusun
68. Dongeng Anak : Banteng dan Kambing
69. Dongeng Anak : Ayam dan Mutiara
70. Dongeng Anak : Gagak dan Kendi
71. Dongeng Anak : Rusa di Tepi Sungai
72. Dongeng Anak : Merak dan Burung Bangau
73. Dongeng Anak : Kodok dan Sumur
74. Dongeng Anak : Kelinci dan Kodok
75. Dongeng Anak : Kuda, Pemburu, dan Rusa Jantan
76. Dongeng Anak : Pemburu dan Penebang Kayu
77. Dongeng Anak : Pedagang dan Keledainya
78. Dongeng Anak : Pak Tani dan Burung Bangau
79. Dongeng Anak : Ayam Jago dan Burung Elang
80. Dongeng Anak : Pohon Jati dan Belukar
81. Dongeng Anak : Pak Nelayan
82. Dongeng Anak : Kutu dan Pak Tani
83. Dongeng Anak : Lalat dan Botol Madu
84. Dongeng Anak : Rubah dan Kucing
85. Dongeng Anak : Rubah dan Penebang Kayu
86. Dongeng Anak : Rubah dan Topeng
87. Dongeng Anak : Rubah dan Monyet
88. Dongeng Anak : Nyamuk dan Banteng
89. Dongeng Anak : Nyamuk dan Singa
90. Dongeng Anak : Gembala dan Kambing Liar
91. Dongeng Anak : Kelinci dan Anjing Pemburu
92. Dongeng Anak : Para Kelinci dan Singa
93. Dongeng Anak : Rusa dan Semak Belukar
94. Dongeng Anak : Kuda dan Penunggangnya
95. Dongeng Anak : Pemburu dan Penunggang Kuda
96. Dongeng Anak : Gagak dan Rubah
97. Dongeng Anak : Singa dan Babi Hutan
98. Dongeng Anak : Singa Jatuh Cinta
99. Dongeng Anak : Singa di Rumah Pak Tani
100. Dongeng Anak : Singa dan Patung Singa
101. Dongeng Anak : Anjing, Ayam, dan Rubah
102. Dongeng Anak : Pak Tani dan Dua Anak Gadisnya
103. Dongeng Anak : Kijang di Kandang Lembu
104. Dongeng Anak : Anak Sapi dan Lembu
105. Dongeng Anak : Kuda dan Perawatnya
106. Dongeng Anak : Anak Kambing dan Serigala
107. Dongeng Anak : Wanita Tua dan Tabib
108. Dongeng Anak : Pencuri dan Pemilik Penginapan
109. Dongeng Anak : Tiga Pengusaha
110. Dongeng Anak : Serigala dan Anak Domba
111. Dongeng Anak : Keledai dan Penggembala Tua
112. Dongeng Anak : Keledai, Ayam Jago, dan Singa
113. Dongeng Anak : Penebang Kayu dan Ular
114. Dongeng Anak : Pedagang Patung
115. Dongeng Anak : Pak Gembala dan Lautan
116. Dongeng Anak : Kutu dan Lembu
117. Dongeng Anak : Jangkrik dan Burung Hantu
118. Dongeng Anak : Rambut Palsu Singa
119. Dongeng Anak : Suami dan Dua Istrinya 
120. Dongeng Anak : Lelaki dan Pohon
121. Dongeng Anak : Anjing yang Nakal
122. Dongeng Anak : Keledai dan Perampok
123. Dongeng Anak : Anjing Pemburu Tua
124. Dongeng Anak : Pak Tani dan Pohon Rambutan
125. Dongeng Anak : Pohon Delima, Pohon Apel, dan Belukar
126. Dongeng Anak : Orang Kaya dan Tukang Samak
127. Dongeng Anak : Burung Layang-Layang dan Kawan-Kawannya
128. Dongeng Anak : Pelancong dan Anjingnya
129. Dongeng Anak : Pengelana dan Pohon Ek
130. Dongeng Anak : Si Peniup Terompet
131. Dongeng Anak : Dua Kodok Bertetangga
132. Dongeng Anak : Serigala dan Kambing
133. Dongeng Anak : Serigala dan Singa

Gambar-gambar ilustrasi dalam blog ini merupakan domain publik, yang diperoleh dari situs :
http://openclipart.org
http://www.litscape.com
http://www.gutenberg.org
http://commons.wikimedia.org
READ MORE - Dongeng Anak