Tampilkan postingan dengan label Kisah Nabi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Nabi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Juni 2013

Kumpulan Kisah Nabi Dan Rasul

Kumpulan Kisah Nabi Dan Rasul

Alhamdulillahirabbil ‘alamin, masih diberikan kesehatan, pada kesempatan ini Blog DeCocoz akan berbagi seputar cerita Kisah Nabi dan Rasul. Sebagaimana kita mengetahui Nabi dan Rasul merupakan contoh teladan yang sangat baik. Diharapkan nantinya setelah anda membaca para Nabi dan Rasul ini kita dapat lebih berhati-hati dan lebih bersabar dalam menghadapi tantangan dan godaan duniawi.
Perbedaan Nabi dan Rasul.
1. Rasul adalah utusan yang membawa syariat baru sedangkan nabi adalah utusan yang bertugas untuk menyebarkan syariat sebelumnya dan berdakwah mengajarkannya.
2. Rasul adalah nabi yang memiliki kitab suci, sedangkan nabi biasa tidak memilikinya.
3. Rasul pasti diperintahkan untuk menyebarkan wahyu yang diturunkan kepadanya, sedangkan nabi terkadang diperintahkan untuk menyebarkannya dan terkadang tidak.
Tugas Nabi dan Rasul.
Nabi dan Rasul diangkat oleh Allah untuk berdakwah, memberikan pencerahan kepada orang-orang beriman dan beramal sholeh bahwa mereka akan mendapatkan pahala dan imbalan yang baik serta memberikan peringatan dan menyadarkan kepada orang-orang yang kafir yang beramal tidak baik untuk kembali kepada jalan yang benar.
Pengangkatan Nabi dan Rasul.
Nabi dan Rasul dipilih langsung oleh Allah sesuai dengan kehendak-Nya. Jadi, seseorang tidak akan bisa menjadi Nabi meskipun ada seseorang yang berilmu tinggi ataupun taat.
Sifat-Sifat Rasul
Para Rasul bersifat mulia. Ia mempunyai sifat wajib, sifat utama yang membedakan dengan manusia biasa.
1. Shidiq artinya benar dan mustahil bersifat kidzib atau dusta.
2. Amanah artinya terpercaya mustahil untuk bersifat khianat atau curang.
3. Tabligh artinya menyampaikan, mustahil bersifat kitman atau menyembunyikan.
4. Fathonah artinya pandai dan cerdas otaknya, mustahil bersifat baladah atau bodoh.
Nabi dan Rasul adalah juga manusia biasa. Mereka juga merasa haus dan lapar. Bisa sakit dan juga bisa mati. Diantara mereka ada juga yang bekerja sebagai pedagang ada pula yang menjadi raja seperti Nabi Daud dan Nabi Sulaiman.

Ulul 'Azmi.
Diantara 25 Nabi dan Rasul tersebut ada yang disebut dengan Ulul 'Azmi artinya adalah orang-orang yang memiliki kemauan dan jiwa yang teguh serta hati yang kukuh dalam berjuang menegakkan agam Allah. Untuk mempermudah mengingat siapa saja yang termasuk Ulul 'Azmi adalah:
1. Nabi Nuh as
2. Nabi Ibrahim as
3. Nabi Musa as
4. Nabi Isa as
5. Nabi Muhammad saw
Kelima Rasul tersebut diatas mengalami cobaan yang sangat berat jika disandingkan dengan para rasul yang lainnya. Kesengsaraan dan penderitaan dalam menghadapi umatnya hampir melewati batas.

Nama Kitab Yang Diturunkan Kepada Rasul
1. Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa
2. Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Daud
3. Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa
4. Kitab Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad
Kumpulan Kisah Nabi Dan Rasul
READ MORE - Kumpulan Kisah Nabi Dan Rasul

Kamis, 06 Juni 2013

Kisah Nabi Hud A.s

Masih diberikan kesempatan kali ini untuk mengupdate DeCocoz Blog. Pada saat ini update masih seputar cerita dan kisah Nabi, dari artikel cerita sebelumnya yang berjudul Kisah Nabi Idris A.s mungkin saja anda belum membacanya bisa mencari pada halaman sebelumnya. Untuk kali ini anda bisa membaca cerita dari kisah Nabi Hud A.s untuk lebih mengetahui lengkapnya anda bisa langsung membacanya dibawah ini. Oh ya, buat anda yang suka dengan dongeng dan cerita anak bisa mencari di blog ini juga. Selamat membaca.
Kisah Nabi
Kisah Nabi Hud A.s
Nabi Hud A.s diutus oleh Allah SWT ke tengah-tengah kaumnya yang sangat durhaka. Mereka adalah suku Aad yang berbadan kuat dan besar. Kaum Aad dikaruniai tanah yang subur lengkap dengan sarana irigasi yang baik. Air seolah memancar dari segenap penjuru untuk menyirami dan menyuburkan tanah pertanian dan perkebunan mereka. Berkat karunia Allah ini, mereka hidup makmur. Mereka mampu mengelola bukit dan gunung-gunung menjadi bangunan yang indah dan megah. Ini menjadi bukti betapa tinggi peradaban dan ilmu pengetahuan pada masa itu.

Dalam waktu yang singkat mereka berkembang pesat dan menjadi suku terbesar di antara suku-suku lainnya. Adalah kecenderungan manusia selalu lalai. Bila kemakmuran dan kemewahan sudah tercapai mereka lupa diri dan hanya memperturutkan hawa nafsunya yang tak kenal puas. Bukan Allah yang mereka sembah melainkan berhala yang diberi nama "Shamud", "Shada", "Al Haba".

Bangsa Aad terkenal paling durhaka pada zaman itu. Mereka hidup di negeri Ahqaf, yaitu antara Yaman dan Umman. Pada saat itu kejahatan dan kemaksiatan mereka benar-benar sangat keterlaluan.

Nabi Hud A.s Mengajak Kaumnnya
Nabi Hud adalah seorang yang berlapang dada, berbudi tinggi, pengasih, penyantun, sabar serta cerdas dan tegas. Beliau adalah keturunan dari Sam bin Nuh (cucu Nabi Nuh). Beliau diutus ketengah-tengah kaumnya untuk menegakkan kembali ajaran yang benar. Mengembalikan ummat yang tersesat dan bergelimang dosa menuju jalan yang terang benderang di bawah ampunan Allah.
 "Wahai kaumku, kalian telah menempuh jalan yang keliru dan sesat. Batu-batu berhala yang kalian sembah tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak mampu memberikan kebaikan maupun kemelaratan. Hanya Allah yang pantas kita sembah. Dialah yang memberikan rizki berlimpah ruah sehingga kalian dapat hidup makmur di muka bumi ini. Allah yang menghidupkan kita dan mematikan kita. Ingatlah, Allah akan menghidupkan kita kembali di akhirat guna mempertanggung jawabkan perbuatan kita di muka bumi. Siapa yang beramal baik akan mendapat pahala surga yang penuh dengan kenikmatan. Sebaliknya siapa yang berbuat jahat dan kemaksiatan akan menerima siksa dan penghinaan." 
Ajakan Nabi Hud A.s ini malah dilecehkan oleh kaumnya. Mereka berkata:
"Mana bisa orang yang mati akan dihidupkan kembali. Itu hanya omong kosong dan bualanmu saja. Orang hidup hanya sekali. Susah senang ya hanya di muka bumi ini. Kalau sudah mati ya sudah, tidak ada urusan lagi." Mereka bahkan berani mencerca Nabi Hud. Dan perbuatannya makin keterlaluan. Kemaksiatan merajalela. Mereka tidak mau menerima Nabi Hud A.s sebagai utusan Allah bahkan mengejeknya, sebagai orang bodoh tidak berakal. Allah menurunkan adzab atas kedurhakaan mereka. Bangsa Aad kemudian ditimpa musim kemarau panjang selama tiga tahun. Tak ada setetes hujan sama sekali dalam kurun waktu itu. Rusaklah lahan pertanian dan perkebunan yang mereka.banggakan selama ini. Bahaya kelaparan mengancam di mana-mana. Dalam keadaan demikian Nabi Hud A.s masih berkenan memberikan peringatan kepada kaumnya  "Hai kaumku. Mohon ampunlah engkau kepada Allah, dan bertaubatlah kepada-Nya. Niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan dia menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa."

Tapi peringatan Nabi Hud itu masih saja ditentang keras oleh mereka "Hai Hud! Kamu tidak mendatangkan suatu bukti yang nyata dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu. Kami sama sekali tidak akan mempercayai kamu. Memang, hanya sedikit dari kaum Aad yang mau beriman dan menjadi pengikut Nabi Hud. Selebihnya mereka tetap dalam kekufuran dan kedurhakaan.

Allah menyelamatkan Nabi Hud dan pengikutnya. Sebaliknya kaum Aad yang durhaka ditimpa adzab berupa angin yang sangat dingin lagi kencang selama tujuh malam delapan hari. Akibatnya sungguh mengerikan. Angin kencang itu mampu merobohkan bangunan-bangunan gedung yang menjulang tinggi dan membinasakan hewan ternak serta kaum Aad yang telah ingkar. Senua berantakan, tak seorang pun dari kaum yang durhaka itu tertinggal. Semua telah rata dengan tanah. Itulah adzab yang telah mereka terima karena telah mendustakan utusan Allah SWT.

Sepenggal cerita dan kisah Nabi Hud A.s, semoga kisah cerita diatas dapat memberikan contoh yang baik untuk kita semua. Jangan anda lewatkan update terbaru dari DeCocoz Blog. Jika anda suka bisa anda share dengan teman ataupun saudara serta dijadikan cerita yang positif untuk buah hati kita.
READ MORE - Kisah Nabi Hud A.s

Kamis, 30 Mei 2013

Kisah Nabi Nuh A.s

Kisah Nabi Nuh A.s

Senang bertemu anda kembali, nah artikel kali ini masih sambungan dari artikel DeCocoz Blog sebelumnnya mengenai kisah-kisah dari para Nabi dan Rasul pilihan Allah swt. Setelah kisah Nabi Adam A.s dan Nabi Idris A.s sekarang berbagi lagi cerita mengenai sosok dari Nabi Nuh A.s. Mari kita ikuti kisahnnya berikut ini.
Kisah Nabi Nuh
Kisah Nabi Nuh A.s
Nabi Nuh beliau ini adalah keturunan kesembilan dari Nabi Adam A.s. Nabi Nuh menerima Wahyu kenabian dalam masa kekosongan antara dua rasul. Dalam masa kekosongan itu manusia secara berangsur-angsur melupakan ajaran agama Allah. Mereka kembali menjadi musyrik, meninggalkan kebajikan, melakukan kemungkaran dan kemaksiatan.

Nabi Nuh diutus ke tengah-tengah masyarakat yang sedang menyembah berhala. Berhala itu sebenarnya adalah patung-patung buatan mereka sendiri. Menurut mereka berhala itu mepunyai kekuatan gaib di atas manusia. Dan rnereka rnenamakannya sesuai dengan selera mereka sendiri. Kadang-kadang mereka namakan Wadd dan Suwa kadang Yaguts dan kadang Ya'uq dan Nasr.

Nabi Nuh adalah orang yang cerdas dan sabar. Beliua mengajak kaumnya untuk berpikir dan mengajak kaumnya melihat alam semesta ciptaan Allah SWT. Langit dengan bulan, bintang dan mataharinya. Bumi dengan kekayaan yang ada di atas dan di bawahnya, berupa hewan tumbuhan dan air yang rnengalir. Pergantian siang dan malam. Semua itu menjadi bukti dan tanda kekuasaan dan keEsaan dari Allah SWT.

Nabi Nuh juga memberikan kabar akan adanya ganjaran berupa surga dan kenikmatannya bagi mereka yang beramal shaleh, dan balasan siksa neraka bagi mereka yang membangkang atas perintah Allah, yaitu mereka yang mungkar dan bergelimang dalam dosa dan kemaksiatan. Dakwah Nabi Nuh dilakukan dengan giat siang dan malam. Baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Beliau termasuk orang yang cerdas, fasih berbicara, tajam pemikirannya, pandai berdiskusi, bersifat sabar dan tenang.

Nabi Nuh diangkat menjadi Rasul ketika beliau berusia 450 tahun dan wafat pada usia 950 tahun, dengan demikian Nabi Nuh berdakwah kepada umatnya selama lima abad atau 500 tahun. Meski demikian pengikut Nabi Nuh yang beriman hanya sedikit yaitu kurang dari seratus orang,. Ummat Nabi Nuh banyak yang ingkar. Jika Nabi Nuh rnengajak beribadah kepada Allah dan menegakkan Tauhid ummatnya selalu menentang dan mengejeknya.

Para pengikut Nabi Nuh kebanyakan hanya para fakir miskin, atau golongan ekonomi yang lemah. Para bangwasan, orang-orang kaya dan terpandang di masyarakat malah banyak yang memusuhinya. Pada suatu ketika, orang-orang kafir hendak menipu Nabi Nuh. Mereka mengatakan bersedia mengikuti Nabi Nuh A.s asalkan Nabi Nuh mau mengusir para pengikutnya yang terdiri dari orang-orang miskin. Namun Nabi Nuh dengan tegas menolak permintaan dari orang-orang kaya tersebut.

Kecerdasan dan kefasihan Nabi Nuh mengalahkan segala hujah orang-orang kafir. Akhirnya orang-orang kafir itu jengkel dan menantang Nabi Nuh. Mereka berkata "Hai Nuh ! Sesungguhnya kamu telah membantah dengan kami, dan kamu telah memperpanjang, bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami adzab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar.''

Nabi Nuh menjawab! "Hanya Allah yang akan mendatangkan adzab itu kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu sekali kali tidak akan dapat melepaskan diri. Tidaklah berrnanfaat nasihatku kepadamu jika Allah ternyata hendak menyesalkanmu. Dia adalah Tuhanmu, Dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan".

Demikian keterlaluannya kaum Nabi Nuh itu rnengingkari ajaran Tuhan. Mereka bahkan mengejek dan menghina Nabi Nuh sebagai orang bodoh dan gila,  namun Nabi Nuh sebagai utusan Allah tetap melaksanakan tugasnya. Dan orang-orang kafir makin keras menentangnya. Mereka bahkan mengancam Nabi Nuh. "Sungguh jika kamu tidak mau berhenti berdakwah, maka kami akan merajammu beramai-ramai."

Nabi Nuh A.s Berputus Asa Dari Kaumnya
Setelah dakwah yang disampaikan menemui jalan buntu. Dan pengikutnya tidak bertambah maka Nabi Nuh mengadukan kaumnya itu kepada Tuhan. Berdo'a Nabi Nuh "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas permukaan bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya rnereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan, selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir."
Allah mengabulkan do'a Nabi Nuh. Allah memberi petunjuk agar Nabi Nuh membuat kapal yang sangat besar. Dengan perahu itu Nabi Nuh dan kaumnya yang beriman akan selamat. Sedang kaumnya yang ingkar akan ditenggelamkan dengan banjir yang sangat besar, sehingga tak seorang pun dari mereka ada yang selamat. Semua akan binasa.

Selagi Nabi Nuh dan pengikutnya membuat kapal di atas bukit kaumnya yang ingkar mengolok-olok dan mengejeknya. "Lihat! Nuh semakin gila saja, masak kemarau panas begini membuat perahu. Di atas bukit lagi. Sungguh dia sudah miring otaknya." Di antara mereka bahkan ada yang berani buang kotoran di dalam kapal yang belurn selesai dibuat itu. Tentu hal itu mereka lakukan ketika Nabi Nuh dan pengikutnya sedang tidak ada di tempat pembuatan kapal. Namun akibatnya perut mereka yang buang kotoran itu menjadi sakit. Tak seorangpun bisa menyembuhkannya. Dengan merengek-rengek mereka minta Nabi Nuh untuk mengobatinya. Nabi Nuh hanya menyuruh mereka membersihkan kapal yang mereka kotori. Sesudah itu mereka pun sembuh dari sakit perutnya.

Banjir Besar Yang Memusnahkan Orang-Orang Kafir
Sesuai dengan wahyu Allah. Nabi Nuh mengajak kaumnya memasuki kapal yang telah selesai dibuat. Nabi Nuh juga rnembawa berbagai pasang binatang dalam kapalnya itu. Tidak berapa lama sesudah Nabi Nuh dan pengikutnya yang beriman memasuki kapal maka langit yang tadinya cerah berubah menjadi hitam. Mendung tampak tebal sekali diiringi angin kencang yang mulai berhembusan. Bersamaan dengan turunnya hujan lebat, air dari dalam bumi memancar pula ke permukaan. Hujan pun turun dengan lebatnya.

Belum pernah ada hujan turun selebat itu. Bagaikan dicurahkan dari atas langit. Rumah-rumah mulai terendam air, angin kencang dan badai menambah kepanikan semua orang.. Dari kejauhan Nabi Nuh melihat salah seorang putranya yaitu Kan'an sedang berlari-lari menuju puncak gunung. Nabi Nuh memanggil anaknya itu. "Hai anakku, kemarilah. Naiklah ke kapalku maka kau akan selamat."
"Tidak ! Aku akan berlari ke atas bukit sana, aku pasti akan selamat !" "Anakku! Pada hari ini tidak seorang pun dapat menyelamatkan diri dari adzab Allah SWT."  Tapi Kan'an dengan sombongnya terus berlari. Ia tak menghiraukan panggilan dari ayahnya sendiri. Ia mengira banjir itu hanya bencana alam biasa yang akan segera reda, maka ia terus berlari mendaki puncak gunung.

Sejarah tentang Nabi Nuh dan kapalnya tersebut membuat peneliti dari China dan Turki yang tergabung dalam "Noah's Ark Ministries International" ingin membuktikannya sehingga mereka selama bertahun-tahun mencari sisa-sisa perahu legendaris tersebut, setelah bertahun-tahun mencari dan meneliti sisa-sisa kapal Nabi Nuh, tepatnya tanggal 26 April 2010 mereka mengumumkan telah menemukan perahu Nabi Nuh di Turki mereka menemukan sisa-sisa kapal Nabi Nuh di ketinggian 4.000 meter di Gunung Agri atau Gunung Ararat, di Turki Timur.

Bahkan mereka mengklaim telah masuk dan mengambil foto-foto dari sisa-sisa kapal Nabi Nuh. Menurut para peneliti, specimen yang mereka ambil memiliki usia karbon 4.800 tahun, cocok dengan apa yang digambarkan dalam sejarah, yang jelas jika kapal yang mereka temukan adalah kapal Nabi Nuh asli maka mereka telah menemukan kapal paling bersejarah yang ada didunia.

Sebenarnya ada beberapa cerita yang menarik sebelum ditemukannya kapal Nabi Nuh tersebut, pada tahun 2006 citra satelit secara detil menunjukan benda mirip kapal yang diduga kapal Nabi Nuh. Itu adalah gunung yang dilapisi salju, bahkan pilot pesawat tempur Turki dalam sebuah misi pemetaan NATO, mengaku melihat benda besar seperti perahu di Dogubayazit, Turki, semoga saja dengan penemuan arkeologi kapal Nabi Nuh tersebut , kita lebih sadar dan yakin akan kebenaran dan kebesaran kekuasaan Allah SWT.

Memang Kan'an tidak mau mengikuti ajaran Nabi Nuh. Ia lebih suka hidup bersama orang-orang kafir, karena itu ia tak mau menumpang kapal Nabi Nuh. Nabi Nuh merasa trenyuh, sedih dan berduka. Bagaimanapun Kan'an adalah putranya sendiri. Maka ia berdo'a kepada Allah agar Kan'an diselamatkan. Namun Allah menolak permintaan Nabi Nuh. Sebab Kan'an itu walaupun putra Nabi Nuh sendiri, ia adalah anak yang durhaka, tidak mau beriman.

Berdasarkan suatu riwayat Kapal yang membawa Nabi Nuh dan para pengikutnya itu berlayar selama 40 hari, sesudah itu banjir mereda. Kapal Nabi Nuh terdampar di sebuah puncak gunung yang dahulu disebut gunung Jody. Ternyata di zaman sekarang yang dimaksud gunung Jody itu ada di wilayah Turki. Para ilmuwan telah menemukan fosil kapal Nabi Nuh tersebut, dengan demikian agama bukanlah dongeng belaka, agama adalah keyakinan yang benar, cerita tentang para nabi dan rasul adalah benar. Nabi Nuh dan pengikutnya diperintahkan turun dari kapalnya. Demikian pula beraneka pasang binatang yang ada didalam kapal.

Dengan demikian binasalah orang-orang kafir yang menentang Nabi Nuh. Hanya para pengikut Nabi Nuh yang hidup dan menempati bumi sebagai penghuninya.

Anda baru saja membaca tentang Kisah Nabi Nuh A.s semoga saja cerita ini bisa membawa manfaat untuk kita semua. Terima Kasih sudah mau singgah di DeCocoz Blog.


READ MORE - Kisah Nabi Nuh A.s

Kisah Nabi Idris A.s

Kisah Nabi Idris A.s

Pagi yang indah sangat cocok untuk menambahi tambahan artikel untuk blog DeCocoz. Setelah sebelumnya update artikel dengan judul Kisah Nabi Adam A.s, nah untuk kali ini saya menambahkan cerita tentang Nabi Idris A.s. Yuk daripada kelamaan baca kalimat pembuka langsung saja ikuti kisahnya dibawah ini.
Kisah Nabi Idris A.s
Nabi Idris adalah merupakan keturunan keenam dari Nabi Adam A.s. Menurut riwayat Nabi Idris bermukim di Mesir. Berdakwah untuk agama Allah. Mengajarkan tauhid dan beribadah kepada Allah. Serta mernberikan petunjuk kepada pengikutnya agar senantiasa menjalankan kebenaran, menyelamatkan diri dari siksaan akhirat dan kehancuran serta kebinasaan di dunia.

Konon ia diangkat menjadi Rasul ketika berumur 82 tahun. Di antara beberapa nasihatnya ialah
1. Kesabaran yang disertai keimanan kepada Allah akan membawa kemenangan. 
2. Orang yang bahagia adalah orang yang mawas diri dan mengharap syafaat Allah dengan amalan-amalan shalehnya. 
3. Jangan bersumpah dalam keadaan kamu berdusta dan jangan menuntut sumpah dari orang yang berdusta supaya kamu tidak menyekutui mereka dalam dosa.
4. Janganlah mengiri pada orang yang mujur nasibnya karena mereka tidak akan banyak dan lama menikmati kemujuran nasibnya. 
5. Barang siapa melewati kesederhanaan (berlebih-lebihan atau berfoya-foya) tidak sesuatu pun akan dapat memuaskannya.
6. Kehidupan orang itu hendaknya mengandung hikmah.
 
Disebutkan dalam suatu riwayat bahwa Nabi Idris adalah orang yang pertama kali mengajarkan tentang menjahit, menata pakaian, ilmu falak dan tulis menulis dengan pena. Beliau pula yang pertama kali membuat baju perang dalam rangka mempertahankan diri dari serangan orang-orang yang durhaka.  Nabi Idris pula yang pertama kali menjinakkan kuda liar yang semula hidup dihutan sehingga bisa dijadikan kendaraan oleh manusia. Menurut tafsir Ibnu Hatim. Nabi Idris wafat tatkala sedang berada dilangit ke empat dan dibawa oleh malaikat. Tersebut dalam suatu ayat:
"Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Idris di dalam Al-Qur'an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat rnembenarkan dan seorang Nabi. Dan kami telah mengangkatnya ke derajat yang tinggi. (Al-Our'an Surat Maryam : 56 - 57). 
Demikian cerdiknya Nabi Idris ini sehingga ia pernah melihat neraka dan surga. Ia ingin menetap di surga namun karena surga itu hanya dihuni setelah hari kiamat maka ia tidak dikenankan tinggal di sana. Maka ia hendak dikembalikan ke dunia. Nabi Idris tidak kembali kedunia karena nyawanya telah dicabut, maka ia memilih tinggal di langit.


Sedikit berbagi cerita dan kisah dari Nabi Idris A.s. Bisa anda baca kisah-kisah menarik laiinya yang ada di blog DeCocoz ini. Semoga cerita Kisah Nabi Idris A.s diatas bermanfaat untuk kita semua.Untuk anda yang lagi mencari dongeng-dongeng untuk anak anda bisa baca di blog ini juga.
READ MORE - Kisah Nabi Idris A.s

Kisah Nabi Adam A.s

Kisah Nabi Adam A.s

Selamat Datang kembali di DeCocoz Blog. Untuk update kali ini akan saya berikan tentang cerita atau kisah dari Nabi dan Rasul. Artikel ini saya kumpulkan dari berbagai sumber dari internet dan buku-buku yang mengulas tentang Kisah para Nabi dan Rasul. Semoga saja artikel ini bisa anda jadikan hikmah positif dan dijadikan contoh yang baik untuk kehidupan anda.
Kisah Nabi Adam
Kisah Nabi Adam A.s
Sebelum Nabi Adam diciptakan. Allah menciptakan alam semesta langit bumi dan segala isinya, gunung, laut, tumbuhan, hewan. Bintang dan Matahari sebagai sumber panas dan buIan sebagai penerang malam. Langit dan bumi oleh Allah diciptakan dalam waktu enam hari atau masa. Sedangkan satu hari atau satu masa di sisi Tuhan sama dengan seribu tahun menurut perhitungan manusia.

Allah Maha Kuasa apabila menghendaki sesuatu cukup berfirman, "Kun" (Jadilah!) maka jadilah apa yang dinginkan-Nya. Demikianlah hanya dalam beberapa hari saja proses penciptaan alam semesta sudah berarti jutaan tahun bagi manusia. Tidak heran jika ilmuwan menemukan fosil yang usianya jutaan tahun.

Asal Mula Malaikat.
Sesudah menciptakan langit dan bumi maka Allah menciptakan makhluk yang bernama malaikat. Malaikat dibuat dari Nur atau cahaya. Malaikat diciptakan sebagai makhluk yang tunduk patuh senantiasa berbakti kepada Allah. Sama sekali tidak pernah durhaka kepada Nya. Malaikat tidak mempunyai nafsu, tidak makan dan tidak tidur, tidak melakukan perbuatan dosa. Tidak berjenis laki-laki atau perempuan dan mempunyai alam tersendiri yaitu alam ghaib yang tidak dapat dilihat manusia.

Asal Mula Jin Dan Iblis
Jin dan Iblis diciptakan dari api yang sangat panas ia mempunyai jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Jin ada yang patuh dan ada yang ingkar kepada perintah Tuhan. Jin yang ingkar dan membangkang perintah Tuhan disebut Iblis dan setan. Iblis dan keturunanya adalah makhluk yang sangat durhaka dan jahat. Tidak ada kebaikannya sama sekali. Pekerjaan Iblis dan setan adalah menggoda manusia agar tersesat dan jatuh dalam lembah dosa. Permintaan Iblis untuk hidup di dunia sampai hari kiamat dikabulkan Allah. Sebab dahulu Iblis adalah makhluk yang pernah patuh kepada AIlah.

Jadi perpanjangan umur bagi Iblis hingga hari kiamat adalah sebagai balasan bagj kebaikannya di masa lalu sebelum diciptakannya Nabi Adam. Setelah Nabi Adam diciptakan oleh Allah, Iblis menjadi makhluk pembangkang, maka ia dikutuk oleh Allah dan diusir dari surga. Kelak setelah hari kiamat Iblis dan setan akan dimasukkan ke dalam neraka bersama orang-orang berdosa dan para pengikutnya. Karena itu Iblis dan setan berusaha mencari teman sebanyak-banyaknya dari kalangan jin dan rnanusia agar menjadi penghuni neraka.

Asal Mula Nabi Adam A.s
Sesudah langit dan bumi, malaikat dan jin atau iblis diciptakan. Maka Allah hendak menciptakan makhluk yang akan diperintah untuk mengelola bumi. Hal itu diutarakan kepada para malaikat.  
"Aku akan menciptakan manusia untuk menjadi pengatur di bumi."
Para malaikat mengira lalai dalam menjalankan tugasnya maka mereka berkata;
"Mengapa Tuhan menciptakan manusia? Bukankah mereka hanya akan berbuat kerusakan di atas bumi. Mereka akan saling bermusuhan dan berbunuhan. Sedangkan kami para malaikat senantiasa patuh dan mengagungkan nama-Mu?"
Untuk melenyapkan kekuatiran para malaikat itu, Allah kemudian berfirman.
"Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui"
Para malaikat bungkam mendengar penegasan Allah itu. Bukankah Allah maha mengetahui atas segala sesuatu?.

Demikianlah Allah kemudian menciptakan Adam dari tanah liat dan lumpur hitam. Setelah terbentuk kemudian dimasukkan roh ke dalamnya. Adam pun kemudian hidup. Bisa berdiri tegak. Allah kemudian memerintahkan para malaikat untuk bersujud atau menghormat kepada Adam. Para Malaikat pun bersujud sebagai pernyataan hormat dan ucapan selamat atas terciptanya Adam. Hanya Iblis yang tidak mau bersujud  ia membangkang perintah Allah.
Allah bertanya, "Apakah yang membuat tidak mau bersujud kepada Adam?"
"Saya lebih baik dari Adam. Engkau ciptakan saya dari api sedang Adam hanya dari segumpal tanah."  kata Iblis menyombongkan diri.
Yang berpendapat api lebih baik daripada tanah adalah Iblis sendiri. Padahal hanya Tuhanlah yang Mahatahu siapa yang lebih mulia diantara mahkluk ciptaan-Nya. Allah sangat murka mendengar jawaban Iblis,
"Hai Iblis keluarlah dari surga. Sungguh tidak patut engkau tinggal disini lagi terkutuklah engkau selama-lamanya!"
Iblis berkata, "Wahai Tuhan! Engkau kutuk dan Engkau usir aku dari surga karena Adam. Saya rela. Tapi kabulkanlah pormohonan saya untuk hidup lama hingga hari kiamat nanti"  Permohonan lblis dikabulkan, ia akan dibiarkan hidup sampai hari kiamat tiba. Iblis kemudian bersumpah,
"Ya, Tuhan karena Engkau telah menghukum saya sebagai yang tersesat; maka saya akan menghalang-halangi Adam dan keturunannya dari jalan-Mu yang lurus. Saya akan mendatangi mereka dari muka dan belakang dari kiri dan dari kanan!"

Itulah sumpah Iblis. Ia bertekad akan menyesatkan Adam dan keturunannya agar mereka menjauhi perintah Tuhan berbuat kekacauan di muka bumi, saling bermusuhan dan berbunuhan satu sama lain.

Allah berfirman, "Untuk melawan segala tipu daya dan akal busukmu, Aku beri manusia senjata yang ampuh. Dengan akal itu Aku bimbing mereka dengan petunjuk-petunjuk (agama). Aku tuntun mereka kejalan yang benar. Dengan akal itu manusia akan mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Siapa yang tidak menggunakan akalnya tentu dapat kau sesatkan. Mereka yang sesat itu, akan mempertang-gung jawabkan perbuatannya pada-Ku di hari kemudian" Mendengar firman Allah, Iblis semakin benci kepada Adam. Ia kemudian mendekati Adam. Diperiksanya seluruh tubuh Adam. Ia ingin mencari titik kelemahan Adam. Akhirnya dapat ditemukannya yaitu nafsu. Nafsu cenderung melakukan perbuatan yang buruk. Bila manusia cenderung menurutkan hawa nafsunya maka sangat mudah bagi Ibliis untuk menjerumuskannya.

Allah kemudian mengajarkan kepada Adam nama-nama benda yang dilihatnya. Dengan demikian Adam mengetahui nama-nama benda yang ada di muka bumi. Itulah pengetahuan pokok yang nanti diperlukannya untuk mengatur dan memelihara bumi. Kepada para malaikat, Allah ingin membuktikan kemampuan manusia untuk mengaturdan memelihara bumi.
Berfirmanlah Allah kepada para malaikat, "Sebutkanlah kepada-Ku nama-nama benda itu" "Maha Suci Engkau ya Allah. Tidak ada yang kami ketahui selain apa yang Engkau ajarkan kepada kami. Hanya Engkaulah yang mengetahui segala-galanya." kata para malaikat dengan penuh takzim.

"Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama benda-benda itu." firman Allah, Adam kemudian menyebut nama benda-benda yang diketahuinya. Para malaikat kagum. Mereka memberi hormat sehormat-hormatnya. "Bukankah sudah Kukatakan, Aku mengetahui rahasia langit dan bumi? Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui?" firman Allah kepada para malaikat.

Para malaikat lalu memuja dan mengagungkan Allah. Mereka semakin menaruh hormat kepada Adam. Ternyata, Adam telah  mengetahui apa yang belum mereka ketahui. Allah kemudian memberikan Adam sebuah tempat yang nyaman dan sentosa yaitu surga. Tempat itu indah permai. segala kebutuhan hidup telah tersedia. Kebun surga penuh dengan buah-buahan yang rasanya lezat. Air sungainya jernih dan berbau harum. Pohon, tumbuhan dan rumput seperti ditata rapi, teduh dan nyaman sekali. Sebenarnya tempat itu sangat menyenangkan, Adam berkeliling menjelajahi kebun-kebun dan taman-taman, tapi ia merasa kesepian karena tidak mempunyai kawan.

Diciptakannya Ibu Dari Umat Manusia
Adam merasa kesepian karena tak mempunyai teman atau pasangan. Padahal ia melihat semua binatang yang ada di surga itu hidup berpasang-pasangan. Rasa sepi dan sedih membuatnya letih. Adam pun tertidur pulas di bawah pohon yang teduh. Allah Mahatahu. la mengetahui pula yang tergerak di hati Adam yaitu ingin mempunyai teman. Maka selagi Adam tidur, Allah menciptakan manusia lagi yang diambil dari tulang rusuk Adam sendiri. Manusia itu lain jenisnya dengan Adam. Ia adalah seorang wanita. Dan dinamakan Hawa. Ketika Adam bangun dari tidurnya, ia pun terkej ut. Adam mengusap-usap matanya, seakan tak percaya. Ia melihat seseorang duduk di sampingnya. Wanita itu indah, cantik dan menakjubkan.
"Siapakah engkau ? Mengapa berada di sini?" tanya Adam. Dengan tersenyum Hawa menjawab,
"Aku adalah Hawa yang diciptakan untuk menjadi teman hidupmu." Betapa gembira hati Adam mendengar jawaban itu. Ia memuji dan bersyukur kepada Allah yang telah mengabulkan keinginannya sehingga ia tidak merasa kesepan lagi. Hawa telah ditakdirkan menjadi istri Adam. Sepanjang hari mereka bersuka ria di taman surga. Keduanya dapat bersenang-senang sepuas hati. Mereka boleh makan apa saja rnakanan dan buah-buahan yang tersedia di surga. Hanya satu yang di larang oleh Allah yaitu tidak boleh makan buah Khuldi.

Jebakan Dari Iblis
Iblis telah bersumpah untuk menyesatkan Adam dan keturunannya. Ia berdaya upaya agar Adam terusir dari surga. Pada suatu ketika ia berhasil masuk surga. Kebetulan pada saat itu Adam dan Hawa sedang merasa haus dan lapar, Iblis datang sembari berkata.
"Hai Adam, tampaknya, kau dan istrimu sedang lapar dan haus. Makanlah buah di hadapanmu itu. Lihat, warnanya begitu indah dan segar, baunya pun sangat harum tentu rasanya sangat lezat."  Adam tahu, buah di hadapannya memang tampak lain daripada yang lain. Tapi buah itu adalah buah larangan. Maka ia tak mau memetiknya. Iblis membujuk Hawa, tapi Hawa juga tak berani rnakan buah itu.

Iblis kecewa dan merasa sakit hati. Tapi ia tidak putus asa. Pada suatu saat ia mendekati Adam lagi. Kali ini ia berkata.  
"Mengapa Tuhan melarangmu makan buah ini ? Tak lain agar kalian tidak jadi Malaikat. Sebab jika kalian makan buah itu kalian akan menjadi penghuni kekal di surga ini. Percayalah, aku adalah seorang teman yang memberi nasihat baik."
Pendirian Adam tidak tergoyahkan. Ia tetap tak mau .menuruti godaan Iblis untuk rnakan buah khuldi.

Pada suatu kesempatan Iblis datang lagi. Ia memilih waktu tepat, Adam dan Hawa baru saja berjalan-jalan keliling surga. Mereka kelelahan. Saat itulah lblis berkata;
"Hai Adam, ketahuilah sebenarnya hanya golongan malaikat saja yang boleh makan buah itu. Sebab dengan makan buah itu para malaikat akan mengalami hidup kekal tanpa mengalami kematian."
Adam dan Hawa mulai mendengar perkataan Iblis.
"Kami telah mendengar rahasia Allah sebelum kalian diciptakan." sambung Iblis. "Bahwa kalian takkan hidup lama. Beberapa waktu lagi kalian akan dimatikan. Nah jika kalian ingin hidup kekal abadi di surga ini makanlah buah itu, rasanya sungguh lezat tak ada duanya di surga ini. Sungguh bodoh jika kalian tidak mau menerima nasihatku ini."

Adam Dan Hawa Mulai Tertarik Dengan Bujuk Rayu Iblis
Iblis meneruskan bujukannya, "Aku bersumpah di hadapan kalian. Demi Allah aku sebenarnya hanya memberi nasihat, karena aku merasa kasihan pada kalian berdua. Larangan Tuhan itu tak lain adalah supaya . kalian tidak bisa hidup kekal di surga ini.''
Hawa yang terkena bujukan Iblis itu berkata kepada Adam.
"Rupanya benar ucapan Iblis itu."  Ia telah bersumpah dengan nama Allah.
Hawa yang lemah hatinya kemudian menghampiri pohon buah Khuldi dan memetik buahnya.

Pada saat itu Adam dan Hawa, sedang merasa lelah, haus dan lapar. Terlebih setelah mendengar ucapan Iblis bahwa buah khuldi itu rasanya paling lezat di surga. Keduanya pun lupa pada peringatan Allah. Keduanya lalu memakan buah itu. Rasanya memang lezat hingga keduanya lupa pada larangan Allah.
Allah mencela perbuatan mereka dan berfirman,
"Bukankah Aku telah melarang kamu berdua mendekati pohon itu, dan Aku katakan kepadamu;  Sesungguhnya syetan itu adalah musuhmu yang nyata." 
Adam dan Hawa sangat menyesal. Terlebih setelah memakan buah itu aurat mereka terbuka. Mereka berlarian ke sana ke mari sembari menutupi auratnya dengan dedaunan surga. Mereka sangat malu dan takut mendengar firman Allah. Namun akhirnya Adam dan Hawa sadar bahwa mereka tak mungkin dapat menyembunyikan diri dari hadapan Allah Yang Mahatahu.

Dengan tertunduk malu, menyesal atas dosa yang telah dilakukan Adam berkata,
"Wahai Tuhan Kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu, karena terkena bujukan. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk golongan orang-orang yang merugi."

Adam Dan Hawa Diturunkan Ke Bumi
Allah Maha Pengasih dan Maha Pengampun Taubat Adam dan Hawa diterima, keduanya diampuni Allah tetapi atas kesalahan itu mereka harus keluar dari surga yang penuh kenikmatan. Ini sudah sesuai dengan Kehendak Allah yang memang menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi, sebagai penghuni dan pengatur planet bumi.
Maka berfirmanlah Allah :
"Demi kemuliaan-Ku, kamu berdua harus meninggalkan surga ini. Kalian akan turun ke bumi yang telah lama terbentang. Di sana segala kebutuhan hidupmu tersedia, tetapi kalian harus bersusah payah, harus bekerja keras untuk mendapatkannya." 
Selain Adam dan Hawa, Iblis juga diusir dan harus hidup di bumi. Jadi Adam dan Hawa akan hidup bersama Iblis di bumi. Firman Allah
"Turunlah kalian ke bumi. Di bumi kamu hidup, di bumi kamu mati. Dari bumi itu pula kamu akan dibangkitkan. Di atas bumi kelak kamu dan anak cucumu selalu mendapat godaan dan tipu daya Iblis agar anak cucumu celaka dan hidup sengsara. Di sana anak cucumu akan menghadapi perjuangan berat, dari jenis laki-laki akan bersusah payah mencari nafkah untuk keluarga. Dari jenis perempuan akan mengalami kesakitan di kala melahirkan anak. Namun kamu jangan khawatir, kamu dan anak cucumu akan Ku-beri petunjuk-petunjuk yaitu ajaran-ajaran agama. Barang siapa mengikuti petunjuk-Ku maka ia akan selamat dari godaan Iblis."
Demikianlah, Adam dan Hawa harus turun dari surga. Sewaktu diturunkan kebumi keduanya berada ditempat yang jauh. Konon Adam diturunkan di Tanah Hindia, sedang Hawa di Tanah Arab. Di bumi mereka harus menghadapi tantangan berat untuk mempertahankan kehidupan. Wajah bumi yang belum tersentuh tangan manusia keadaannya sangat menyeramkan. Gunung-gunung menjulang tinggi, jurang jurang terjal menganga lebar, pohon-pohon raksasa tumbuh berserakan, binatang-binatang buas baik yang besar maupun yang kecil berkeliaran di mana-mana. Untuk melindungi tubuhnya dari hawa dingin dan sengatan serangga, Adam dan Hawa memakai kulit binatang sebagai pakaiannya. Selama bertahun-tahun keduanya saling mencari dan berkelana dari satu tempat ke tempat lainnya. Perjalanan yang di tempuh sangat sukar dan penuh bahaya. Derita dan sengsara benar-benar mereka rasakan.

Akhirnya mereka bertemu di Padang ARAFAH setelah saling mencari selama empat puluh tahun. Betapa terharu Adam melihat keadaan istrinya yang telah kepayahan. Sengsara menapak jalan yang sulit dan kejam. Mereka berpelukan, menangis penuh haru. Kini mulailah babak baru bagi kehidupan cikal bakal anak manusia. Adam dan Hawa tinggal di sebuah goa yang besar dan lebar. Goa itu terletak di dataran tinggi sehingga tak gampang diserang binatang buas. Dengan bekal yang telah diberikan Allah, Adam mulai mengelola' alam di sekitarnya. Ia menjinakkan binatang untuk diternakkan, mengolah lahan pertanian dan perkebunan buah-buahan. Tantangan alam yang keras telah menggerakkan akal pikiran Adam agar dapat rnempertahankan kehidupan dengan keadaaan yang lebih baik. Apakah karena kesalahan Nabi Adam sehingga seluruh umat manusia harus menderita hidup di dunia? Bukan ? Nabi Adam memang diciptakan Allah sabagai Kalifah atau pengelola bumi dan isinya. Hanya saja, setelah diciptakan Nabi Adam ditempatkan di surga, setelah itu beliau harus ke tempat tujuannya yaitu bumi.

Namun dari sini kita harus pandai-pandai dan waspada terhadap bujuk rayu Iblis dan setan. Mereka akan berusaha dengan segala macam cara untuk menjerumuskan manusia ke lembah dosa. Salah satu jurus Iblis yang paling ampuh untuk meruntuhkan iman manusia ialah menjadikan baik sesuatu perbuatan maksiat atau dosa dalam pandangan manusia. Padahal dosa adalah dosa, maksiat adalah maksiat, barang tetap haram ini sudah jelas, jika dilanggar berarti kita menuruti bujukan setan yaitu musuh yang nyata bagi semua umat manusia. Bukan setannya yang nyata tapi ucapan dan perbuatan yang bertentangan dengan agama itulah yang nyata dan dapat dipahami oleh manusia agar menghindarinya.

Kisah Qabil Dan Habil
Waktu terus berlalu. Pada tahun pertama sejak mereka dipertemukan Hawa melahirkan sepasang anak kembar, lelaki dan perempuan. Si lelaki dinamakan Qabil, yang perempuannya dinamakan Iqlima. Pada tahun berikutnya lahir lagi sepasang anak kembar, yaitu Habil dan Labuda. Nabi Adam dan Hawa berharap dari keempat anak pertamanya ini akan menurunkan anak cucu yang berkembang biak rnengisi bumi Allah.

Dibawah asuhan ayah ibunya yang penuh cinta kasih, tumbuhlah keempat anak itu dengan cepatnya. Nabi Adam dan Hawa tidak membeda-bedakan kasih sayang di antara anak-anaknya. Yang perempuan dididik sesuai dengan kodrat wanita yaitu menolong ibunya dan mengurus rumah tangga dan melakukan hal-hal yang menjadi tugas wanita. Sedang yang laki-laki mencari nafkah sesuai dengan bakat masing-masing. Qabil berusaha dalam bidang pertanian, Habil berusaha di bidang peternakan. Ketika menginjak usia dewasa Allah memberi petunjuk kepada Nabi Adam agar mengawinkan putra putrinya. Qabil dikawinkan dengan adik Habil yang bernama Labuda. Sedang Habil dikawinkan dengan adik Qabil yang bernama Iqlima. Inilah syariat yang telah ditentukan Allah. Cara ini disampaikan Nabi Adam kepada putra-putrinya. Namun Qabil menolaknya mentah-mentah ia tidak mau dikawinkan dengan Labuda yang berwajah jelek, tidak secantik adiknya sendiri yaitu Iqlima.

Rupanya Qabil telah termakan bujukan Iblis, ia lebih memperturutkan hawa nafsu daripada akalnya. Ia tidak mau menerima syariat yang ditetapkan Nabi Adam. Nabi Adam adalah ayah yang bijaksana. Ia terus menasihati Qabil agar menerima keputusan yang berasal dari Allah, namun Qabil tetap menolak. Akhirnya Adam memerintahkan kepada Qabil dan Habil mempersembahkan qurban. Biarlah Allah sendiri yang akan menentukan masalah itu. Maka dengan disaksikan seluruh anggota keluarga Adam. Qabil dan Habil mempersembahkan qurban di atas bukit. Qabil mempersembahkan hasil pertaniannya. Ia sengaja memilih hasil gandum dari jenis yang jelek. Sedang Habil mempersembahkan seekor kambing terbaik dan yang paling ia sayangi. Dengan berdebar-debar mereka menyaksikan dari jauh. Tak lama kemudian nampak api besar menyambar kambing persembahan Habil. Sedangkan gandum persembahan Qabil tetap utuh, berarti qurbannya tidak diterima. Qabil sangat kecewa melihat kenyataan itu ia terpaksa menerima keputusan itu. Padahal hatinya tetap tidak mau menerimanya. Maka berlangsunglah perkawinan itu. Qabil dengan Labuda. Habil dengan Iqlima. Hari-hari berlalu. Iblis datang merasuki pikiran Qabil. Ia membisikkan sesuatu. Bahwa jika Qabil dapat membunuh Habil tentulah ia akan dapat mengawini Iqlima yang cantik jetita. Hal ini terus menerus dilakukan oleh Iblis tanpa jemu dan bosan. Pada dasarnya nafsu Qabil memang ingin memiliki Iqlima. maka ia turuti bisikan Iblis itu.

Pada suatu hari, ketika Habil menggembalakan ternaknya di tempat yang sepi. Jauh dari pemukiman Nabi Adam dan Hawa, tiba-tiba tanpa setahu Habil saudaranya itu memukul kepalanya dengan keras sekali. Maka matilah Habil. Inilah pembunuhan pertama atas umat manusia di bumi. Iblis tertawa kesenangan, ia sudah mempunyai teman. Setelah Habil mati, Qabil merasa kebingungan. Diguncang-guncangkan tubuh saudaranya itu, tentu saja tak mau bergerak. Lalu ia bawa ke sana ke mari. Ia benar-benar kacau, tak tahu harus dikemanakan mayat saudaranya itu. Ia merasa menyesal, air matanya berlinangan. Pada saat Qabil kebingungan, Allah memberikan ilham melalui burung Gagak. Ada dua ekor burung Gagak yang berebut hendak mematuk mayat Habil. Burung Gagak itu bertarung. Salah seekor tewas dalam pertarungan. Lalu burung gagak yang masih hidup menggali tanah. Burung gagak yang mati ditarik ke dalam tanah dan ditimbuninya.

Demikianlah, Habil meniru perbuatan burung gagak itu. Ia menggali tanah dan menguburkan mayat saudaranya itu. Namun setelah selesai menguburkan mayat saudaranya, ia tetap merasa gelisah. Apa yang harus dikatakannya kepada bapaknya Nabi Adam. Ia tidak berani pulang. Rasa bersalah membuatnya ketakutan sendiri. Lebih-lebih pada waktu ia melihat ayahnya dari atas bukit datang menghampiri. Qabil makin panik. Ia melarikan diri. Masuk hutan, mendaki gunung dan menuruni jurang.

Nabi Adam dan Hawa merasa sedih atas kejadian itu. Sebab beliau itu hanyalah manusia biasa yang mempunyai hati dan perasaan. Beliau pasrah kepada Allah dan menerimanya sebagai takdir dan kehendak-Nya. Ia bermohon untuk diri dan keluarganya agar dikaruniai kesabaran dan keteguhan iman. Serta bertaubat, beristighfar mohon pengampunan Allah. Selama beberapa tahun Ibu Hawa melahirkan putra-putri kembar. Sehingga anak turunnya demikian banyak.

Maka berkembanglah anak manusia keturunan Nabi Adam. Setelah manusia berkembang demikian banyak, dan Nabi Adam meninggal dunia. Banyak umat manusia yang berpaling dari kebenaran. Untuk mengingatkan manusia dari kelalaian maka Allah mengutus Nabi Idris sebagai Nabi dan Rasul.

Anda telah membaca sebuah kisah cerita mengenai perjalan kejadian awal mula kehidupan manusia dibumi ini. Semoga Kisah Nabi Adam A.s bermanfaat untuk kita semua untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di dunia. Jangan lewatkan cerita dan kisah-kisah yang menarik lainnya yang ada di blog ini.
READ MORE - Kisah Nabi Adam A.s