Tampilkan postingan dengan label Dongeng anak muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dongeng anak muslim. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Agustus 2011

Kisah Penderitaan Abu Bakar

dongeng sebelum tidur
Kisah Penderitaan Abu Bakar, ketika orang - orang baru memeluk islam,mereka masih menyembunyikan keislamanya.Rasulullah saw sediri juga menganjurkan hal tersebbut agar mereka tidak mengalami kesulitan.setelah orang islam mencapai 39 orang,maka Abu Bakar ra.meminta izin kepada rasulullah saw.untuk mengumumkan keislaman dirinya dengan terang - terangan.

Pada mulanya,Rasulullah saw.melarang,tetapi karena Abu bakar ra.mendesak berkali-kali,akhirnya Rasullulah mengijinkanya.kemudian,semua orang yang sudah beragama islam di ajak Abu Bakar untuk berkumpul di Masjidil Haram.Maka mulailah Abu Bakar ra.untuk menyampaikan khutbahnya.Dalam sejarah islam inilah khutbah yang pertama kali disampaikan.Di hari itu juga paman Rasulullah saw.Hamzah,masuk islam.Tiga hari kemudian,Umar bin khathab ra.masuk islam.

Setelah khutbah dimulai,orang-orang kafir dan yang musyrik berdatangan dari empat penjuru dan menyerang orang-orang islam.Sekalipun makah Abu Bakar ra.terkenal sebagai orang yang terkemuka dan dimuliakan oleh masyarakat,tetapi ia tetap di pukuli oleh orang-orang kafir hingga wajahnya berlumuran darah.Hidung dan telinganyapun penuh degan darah sehingga orang-orang tidak mengenali wajahnya.Ia ditendang dengan sandal,dipukul dengan tangan,dan merekapun melakukan apa saj yang bisa di lakukan.Akhirnya Abu Bakar ra.pingsan.

Banu Tamim,yaitu kabilah Abu Bakar ra.krtika mendengar berita tersebut segera mengangkat tubuh Abu Bakar ra.Menurut anggapan mereka,Abu Bakar ra.tentu sulit di selamatkan karena penganiayaan yang telah di alaminy.Mereka segera datang ke Ka'bah dan mengumumkan,"Apabila Abu Bakar meninggal karena penganiayaan tersebut,sebagai gantinya kita akan membunuh Uthbah bin Rabi."Karena mereka mendengar berita bahwa Uthbah bin Rabi sangat keterlaluan dalam memukul Abu Bakar ra.Sampai sore hari,Abu Bakar ra.masih dalam keadaan pingsan.Abu Bakar ra.yang setelah mengalami pemukulan tidak dapat berkata-kata atau berbuat apapun,pada sore hari itu telah dapat berbicara.Kata-kata yang di ucapkan pertama kali adalah,"Bagaimana keadaan Rasulullah saw?"Orang kafir di sekitarnya mengira hal ini justru terjadi karena Rasulullah saw.Oleh sebab itu,setelah selama satu hari penuh dia pingsan dengan ancaman kematian tetapi begitu sadar,justru Rasulullah saw.yang di tanyakan terlebih dahulu.Hal ini di sebabkan rasa cinta kepada Rasulullah saw.

Akhirnya semua orang yang berada di tempat tersebut pergi dalam keadaan marah.Ternyata,Abu Bakar ra.mulai dapat bicara.Lalu,ibu Abu Bakar ra.Ummu khair memerintahkan untuk menyediakan makanan dan minuman untuk Abu Bakar ra.Setelah siap makanan tersebut di hidangkan kepada Abu Bakar,tetapi Abu Bakar menolak untuk memakanya.

Pada saat itu justru ia meminta keterangan tentang keadaan Rasulullah kepada Ummu Jamil rha.Karena merupakan pemeluk islam yang baru,Ummu Jamil rha.pun menyembunyikan ke islamanyaUmmu Jamil rha,tidak mengaku kalau ia juga masuk islam.

Ia malah menjawab,"Aku tidak tahu perihal muhammad dan siapakah Abu Bakaar itu.Tetapi,jika engkau izinkan,aku akan melihat keadaan anakmu,Abu Bakar itu."Iapun di ijikan menengok Abu Bakar.Melihat keadaan Abu Bakar yang sangat parah,ia tidak sampai hati.Tanpa sadar ,Ummu Jamil rha.menangis sambil berkata,"apa yang di lakukan orang-orang jahat itu ? Mudah-mudahan Allah membalas perbuatan mereka itu."

Lalu Abu Bakar ra.bertanya kepada Ummu Jamil rha."bagaimana keadaan Rasulullah saw?"Tetapi Ummu Jamil memberi isyarat kepada Abu Bakar ra.khawatir Ummu khair akan mendengarnya.Abu Bakar ra.menjawab "Jangan khawatir denngan ibuku."Maka sampailah kabar bahwa Rasulullah saw.dalam keadaan selamat.Abu Bakar bertanya,"Benarkah Rasulullah saw.betul-betul selamat? Sekarang Beliau ada di mana?" Jawab Ummu Jamil rha, "Sekarang beliau ada di rumah Arqam ra.Abu Bakar ra.berkata, "Demi Allah,aku tidak akan makan dan minum sebelum bertemu dengan Rasulullah saw."

Sebenarnya,ibunya menghendaki Abu Bakar ra.bersedia makan,tetapi karena ia telah bersumpah jika belum bertemu Rasulullah saw.ia belum mau makan.maka,ibunya menunggu sampai orang-orang yang sedang berlalulalang itu berhenti.Pada tengah malam,diajaklah Abu Bakar ra.kerumah Arqam ra.Ketika melihat Rasulullah saw.Abu Bakar segra memeluk Rasulullah.Mereka saling berpelukan dan keduanya menangis dan semua yang ada di situ terharu tidak tega melihat keadaan Abu Bakar.

Setelah itu,Abu Bakar memehon kepada Rasulullah agar sudi mendoakan ibunya.Kemudian beliau memohonkan hidayah untuk ibu Abu Bakar.Mula-mula ibunya di doakan oleh rasulullah saw.Kemudian barulah beliau saw.menyampaikan nasihat tentang islam.Pada saat itu juga ibu Abu Bakar masuk islam.

Pada umumnya orang-orang yang menyatakan perasaan cintanya apabila dalam keadaan senang,bahagia dan sejahtera.tetap cinta sejati adalah apabila ia tetap mencintai meskipun dalam keadaan di timpa musibah atau kesusahan.
READ MORE - Kisah Penderitaan Abu Bakar

Sifat Para Sahabat

dongeng sebelum tidur
Sifat Para Sahabat, sejarah Hudaibiyah yang terjadi pada bulan Dzulqoidah tahun ke 6 Hijriyah ketika Rasulullah saw.membawa jamaah bsar para sahabat untuk melakukan umrah.ktika orang kafir makah mendengar berita ini,mereka brmusyawarah untuk menahan agar orang islam tidak memasuki kota makah.Untuk itu,mereka menyiapkan pasukan besar dan lengkap.mereka mengundang orang luar makah untuk bergabung.Dengan demikian,mereka telah mempersiapkan pasukan yang sangat besar.Dari Dzulhulaifah,Rasulullah saw.mengirim seseorang mencari berita mengenai kota makah,selanjutnya orang trsebutb bertemu Rasulullah saw.di Usfan.ia melaporkan kepada Rasulullah saw.bahwa orang makah telah brgabung dngn orang kafir lainya mempersiapkan pasukan tempur yang lengkap persenjataanya.

Kemudian Rasulullah saw.memanggil sahabat untuk di ajak musyawarah mengenai apa yang harus di lakukan.

Pada musyawarah itu Abu Bakar mengusulkan, "Ya Rasulullah,kita datang kesini semua untuk bersama-sama kesana.jika mereka menahan kita,kita akan melawan,dan jika dmikian sebaiknya kita jangan kesana."Rasulullah setuju dengan usul Abu Bakar ra.tersebut.

Selanjutnya,semua orang muslim berangkat ke makah.Sampai di daerah Hudaibiayah,mereka bertemu dengan Budzail bin Warqa khuza'i yang membawa pasukanya.Ia mengatakan kepada Rasulullah, "Orang-orang Quraisy melarang engkau agar tidak sekali-sekali memasuki kota makah.Mereka telah siap siaga untuk bertempur. "Beliau bersabda, "Tujuanku bukan untuk berperang,melainkan melaksanakan umrah.Orang Quraisy hampir setiap saat bertempur,ini sangat merugikan mereka dan dapat mngakibatkan kehancuran mereka sendiri.jika mereka setuju aku lebih senang menempuh jalan damai.Sebaiknya kita membuat perjanjian tidak saling menyerang.jika mreka tidak menyetujui Demi Allah yang aku di dalam genggaman tangaNya,aku akan menggempur mereka. "Budzail berkata, "Baiklah,aku akan mennyampaikan hal ini kepada orang-orang Qurasy kemudian,ia kembali ke makah untuk menyampaikan usul Rasulullah saw.kepada orang kafir.Akan tetapi orang-orang itu tidak menytujui usul tersebut.

Demikianlah,akhirnya kedua belah pihak saling mngancam.Suatu ketika,Urwah bin mas'ud Tsaqafi sebagai utusan dari golongan kafir mendatangi Rasulullah saw.Urwah bin mas'ud Tsaqafi berkata, "Hai muhammad,tidak mungkin engkau mnghabiskan orang arab.Engkau belum pernah mendengar bahwa sebelum ini ada orang berusaha demikian.Dan jika yang trjadi adalah kemungkinan ke dua,yakni mereka mengalahkanmu,maka ingatlah,aku tidak pernah melihat orang-orang yang terhormat di kelompokmu.Mereka adalah orang-orang yang berderajat rendah.Jika mereka mengalami kekalahan,mereka semua akan lari meninggalkanmu. "Sebagai jawaban Rasulullah saw.mengatakan sebagaimana yang telah di katakan kepada budail.

Abu Bakar ra.yang dekat dengan Rasulullah saw.sangat marah mana kala mendengar kata-kata urwah.ia balik berkata, "Apakah kamu akan meninggalkan tempat kencing untuk menyembah latta smbahanmu itu? Sekali-kali kami tidak akan lari meninggalkan Rasulullah sndirian. "Urwah bertanya,"siapakah dia?" Rasulullah saw.Menjawab,"Dia adalah Abu Bakar ra."

Urwah kembali berkata, "Kamu berjasa kepadaku yang aku belum sempat membalasnya.Jika tidak,pasti kau ku hina !"

Lalu ia melanjutkan pembicaraanya kepada Rasulullah saw.sambil memegangi jenggot Rasulullah sebagai tanda orang arab marah saat itu.Keponakan Urwah yaitu Mughirah bin syubah ra.yang memakai topi dan bersenjata,mendekati Rasulullah dan memukul tangan Urwah. "Jangan"sergah Mughirah menahan.Ringkasnya Urwah bicara kepada Rasulullah sambil memandangi kekuatan para sahabatnya.lalu ia kembali kepada kaum kafir.

Setibanya ia berkata, "Wahai orang Quraisy,aku sering berjumpa dengan para raja,kaisar,dan Najasyi.Dan aku telah melihat penghormatan rakyat kepada para raja trsebut.Demi Tuhan,aku tidak melihat orang menghormati kepada raja sebagai jamaah menghormati ke pada muhammad saw.Jika muhammad meludah,mereka mengambil air liurnya dengan tangan mereka,lalu di oleskan ludah tersebut keseluruh tubuh mereka.Jika muhammad mengatakan sesuatu,mereka berlomba-lomba untuk melaksanakan perkataanya.Apabila Muhammad berwudhu,mereka berebut untuk mengambil sisa air wudhu supaya tidak jatuh ketanah.Apabila mendapatkan air wudhu mereka mengusapkan kewajah mereka sendiri.ketika mereka bicara dengan muhammad mereka bicara dengan suara lemah lembut.Tidak pernah bersuara keras,karena rasa hormat kepadanya.Apabila salah satu jenggot atau rambutnya jatuh mereka mengambil sebagai berkah.Singkatnya aku tidak pernah melihat jamaah sebagai mana jamaah muhammad (saw) hormat kepada beliau."

Waktu itu,Rasulullah mengutus Utsman ra.sebagai utusan untuk menjumpai para pemimpin orang-orang Quraisy.Meskipun Utsman sudah masuk islam,ia tetap di hormati karena hubungan mereka masih erat.kemudian utsman berangkat.para sahabat lainya merasa iri atas keberuntungan utsman ini sehingga mereka berkata kepada utsman ra.dengan senang hati akan bertawaf di ka'bah.Rasulullah menjawab, "aku memastikan bahwa utsman ra.tidak akan mengerjakan tawaf tanpa aku."

Ketika utsman memasuki kota makah,ia memperoleh prlindungan dari Aban bin Said ra.Aban bin Said berkata kepadanya, "Sekehendakmulah,pergilah kemana saja engkau suka.Orang-orang tidak akan menahanmu."Maka utsman pergi ke Abu sofyan dan para pemimpin Quraisy lainya untuk menyamaikan pesan Rasulullah saw.Ketika ia kembali,orang-orang kafir Quraisy sendiri yang meminta supaya utsman ra.berthawaf di ka'bah.Mereka berkata, "Engkau telah datang ke makah,maka berthawaflah."Utsman menjawab, "Aku tidak bisa berthawaf tanpa Muhammad,sedang engkau semuya mencegah untuk tidak berthawaf.Mana mungkin engkau menyuruhku untuk berthawaf sendirian!"Orang kafir Quraisy menjadi marah atas jawaban itu.Mereka menahan Utsman di kota Makah,dan mengatakan kepada kaum muslimin bahwa Utsman telah mati.Kemudian semua sahabat b erbaiat kepada Rosulullah untuk berjuang hingga nafas penghabisan.Akhirnya,ketika orang Qurqisy mendengar berita tersebut,merekapun melepaskan Utsman ra.

Suatu sifat yang patut di banggakan darin para sahabat ra.yang mana sekalipun bisa masuk kesarang musuh dengan selamat dan bisa melakukan thawaf dengan baik,tetapi karena patuhnya kepada Rasulullah ia pun tak melakukan tanpa bersamanya.
READ MORE - Sifat Para Sahabat

Kisah Salamah bin Akwa

dongeng sebelum tidur
Kisah Salamah bin Akwa, kira-kira lima mil dari madinah ada daerah tempat menggembala unta yang bernama Ghabah.Ketika itu terkenal seorang gembong Abdurrahman Fazari memimpin perampok unta yang tidak segan-segan untuk membunuh gembalanya.Biasanya mereka berkuda dan bersenjata dalam beraksi.

Ada seorang pemburu hutan terkenal namanya salamah bin akwa'.Larinya cepat sekali melebihi larinya seekor kuda.Dalam memanah ia jagonya.

Hari itu kebetulan salamah bin akwa'membawa busur dan anak panahnya sedang berjalan-jalan menuju hutan hanya seorang diri.Ia tidak sengaja melihat perapokan yang di lakukan gerombolan Abdurrahman Fazari.Segera ia menuju bukit menghadapkan wajah ke kota Madinah dan berteriak keras sekali mengumumkan adanya perampokan itu.

Lalu mempersiapkan busur dan anak panahnya dan kembali mengejar perampok tersebut.Setelah dekat langsung ia menghujani panah sehingga gerombolan Abdurrahman Fazari lari.ia terus menyerang dengan membelakangi sendirian,tapi jika ada yang mnoleh kearahnya ia Salamah sembunyi di balik pohon,mengira ada pasukan di belakangnya.Salamah mengisahkan, "Aku terus mengejar para perampok tersebut.merekapun berlari sehingga beberapa unta semakin tertinggal di belakang mereka.Bahkan tiga puluh kambing dan tiga puluh helai kain.Tiba-tiba Uyainah bin Hussein (salah seorang perampok dari kelompok lain) datang membantu dan kekuatan mereka menjadi bertambah.Akhirnya merekapun tahu kalo yang mengejar itu hanya anak kecil saja,akhirnya mereka malah mengejarku.Aku naik keatas bukit.Ketika mereka hampir mendekat,aku berkata, "Tunggu sebentar,dengarkanlah kataku! Tahukah kalian siapakah aku?"Mereka menjawab siapakah engkau ?" Aku menjawab, "Aku adalah ibnu Akwa'.Demi Allah yang jiwa Muhammad ada di tangaNya,apa bila kalian menangkapku,maka kalian tidak akan bisa.Tetapi jika aku menginginkan salah seorang dari kalian,maka tidak akan terlepas dariku!"

Salamah terus melanjutkan ceritanya, "Aku berkata seperti itu agar dapat bantuan dari kaum muslimin karena aku sudah mengumumkanya.Ketika sedang berbicara dengan mereka,di balik pepohonan terlihat ada pasukan yang mengendarai kuda.Kulihat yang paling depan adalah Akhram Asadi r.a.sehingga ia mati syahid.Akhirnya,Kuda Akhram segera di kendarai Abdurrahman.Tiba-tiba,Abu Qatdah r.a menyerang Abdurrahman dari arah belakang.Maka Abdurahman menyerang kaki kuda Abu Qatadah r.a sehingga ia terjatuh dari kudanya.Ketika terjatuh itulah Abu Qatadqh r.a berhasil memenggal leher Abdurrahman.Akhirnya,matilah Abdurrahman Fazari,dan kuda bekas tungganganya kemudian di kendarai oleh Abu Qatadah r.a.yakni kuda yang sebelumnya di kendarai oleh Akhram Asadi r.a. Kuda yang baru saja di kendarai oleh Abdurahman,sekarang telah di kendarai oleh Abu Qatadah r.a.

Faidah

Sebagai riwayat menuliskan bahwa sebelumnya,Salamah r.a menganjurkan agar Akhram r.a tidak menyyerang terlebih dahulu karena lebih baik menunggu kdatangan teman-teman lainya.Tetapi Akhram r.a menjawab, "Biarlah aku mati syahid."Diriwayatkan bahwa dari pihak orang islam,yang mati syahid hanyalah Akhram saja,sedang dari pihak orang-orang kafir banyak sekali yang mati.

Tidak lama kemudian,datanglah bala bantuan bagi orang-orang Islam sehingga para perampok tersebut melarikan diri.Salamah r.a.meminta 100 orang pasukan kepada Rasulullah saw.untuk sampai pada rombongan mereka.

Kebanyakan ahli tarikh menulis bahwa pada saat itu,Salamah ra.baru berumur 12 atau 13 tahun dapat melawan segerombolan perampok besar dan membuat mereka kehilangan akal.Bahkan,mereka meninggalkan barang yang sudah mereka ambil,di tambah lagi,barang mereka juga tertinggal.Inilah berkat keikhlasan sehingga jemaah sahabat ra.memperoleh kemenangan.
READ MORE - Kisah Salamah bin Akwa

Perjanjian Yang Dilanggar

dongeng sebelum tidur
Perjanjian Yang Dilanggar, perjanjian damai antara kaum musrikin Quraisy dan kaum muslimin di madinnah maupun yang masih tinggal di mekah telah lama berjalan dengan baik.kaum muslimin di mekah sangat menghormati isi perjanjian itu.

Walaupun terkadang kaum musrikin ada saja ulahnya untuk menghina kaum muslimin,namun kaum muslimin tetap menjaga sikap mereka untuk menghormati rasulullah saw.

Keadaan tersebut masih berlangsung sampai pada suatu hari terjadi keributan antara dua kabilah yaitu kabilah Bakar yang masish kafir dengan kabilah Khuza'ah yang kebanyakan telah masuk islam.

Kejadian itu di awali dengan senandung seorang dari kabilah Bakar yang isinya sangat menghina merendahkan Rasulullah saw.Hal itu di lakukan di depan kabilah khuza'ah dengan berulang-ulang.kabilah Khuza'ah mendiamkan saja dengan harpan orang-orang dari kabilah Bakar akan menghentikan senandung itu.Demi terciptanya kelanggengan perjanjian,mereka tak acuh saja.

Namun,orang-orang kabilah Bakar sedang menanti reaksi pendengaranya.Kalimat sindiran yang di lagukan itu terasa panas menusuk hati kabilah Khuza'ah langsung datang ke kabilah bakar dan meninju orang yang sedang bernyanyi itu,hingga orang itu terjungkal.Lalu orang yang mmeninju itupoun kembali dengan girangnya.Orang kabilah Bakar merasa di coreng mukanya,lalu melapor kepada pemimpin suku Quraisy,sementara orang dari kabilah Khuza'ah tidak mengetahui akan hal itu.

Perlakuan malu itu menybabakan kabilah Bakar mengirimkan Algojo-algojo untuk menghabisi orang-orang Khuza'ah yang tidak menyangka akan kedatangan algojo itu.ketika dengan pedang terhunus,mereka terkejut,akan tetapi karena keadaan kabilah Khuza'ah yang lemah itu tidak kuasa menahan serangan hingga sekoyong-koyong mereka di habiskan oleh kabilah Bakar.

Penganiayaan ini benar-benar perbuatan zalim,Tetapi naifnya,mereka hanya bisa menangisi,dan meratapi nasib yang memilukan saat lebih dari dua puluh kepala-kepala dari kabilah Khuza'ah di pancung sia-sia oleh kabilah Bakar.

Akhirnya kabilah Khuza'ah mencoba mengadu kepada Rasulullah mengingat dahulu Rasulullah akn melindungi dan membela hak-hak kaum muslimmin yang ada di mekah!maka,keputusan telah bulat dan mereka terpaksa melapor kepada Rasulullah saw.

Utusan yang terpilih untuk menghadap Rasulullah adalah Amru bin Salim al-Khuza'i.ia brangkat ke madinah di temani beberapa orang.Setibanya di madinah,iapun menceritakan atas perjanjian damai kaum muslimin telah di khianati oleh kaum musrikin.

"Aku akan membela kamu sebagaimana aku melingdungi diriku sendiri,"kata Rasulullah.Menyadari kekuatan yang ada pada kaum muslimin sekarang itu,akhirnya kabilah Bakar dan kaum musrikin kesalahanya dalam melanggar perjanjian yang mereka lakukan.

Namun,peristiwa sudah terjadi,tetapi dengan kemurahan hati Rasulullah saja yang mereka harapkan bisa menjernihkan suasana.Hal ini justru meresahkan kalangan Quraisy dan kabilah Bakar.Kegelisahan juga ketakutan itu di tunjukan kepada pelaku pembantaian.

Jalan satu-satunya untuk menghindari bentrokan dengan kaum muslimin yang kini telah berlipat ganda jumlahnya,adalah dengan menemui Rasulullah dan meminta kebijaksanaan lain dari beliau.Mereka segera mengutus Abu sufyan untuk menemui beliau dan merundingkan kemungkinan untuk memperbarui perjanjian tersebut.

Sesampainya Abu sufyan di madinah,ia tidak langsung menemui Rasulullah,namun mampir dulu kerumah putrinya ia melihat sebuah tikar yang terhampar di lantai dan ia bermaksud untuk menduduki tikar tersebut.Namun buru-buru Ummu Habibah melipatnya dan berkata,"Tikar ini adalah tikar Rasulullah,sedangkan ayah masih kafir,"kata Ummu Habibah.

Mendengar kata-kat putrinya yang terasa menyakitkan itu Abu sufyan berkata ,"Hai putriku,apakah engkau dengki kepadaku?Apakah engkau tidak suka aku duduk di atas tikar tersebut?"

"Tikar ini milik Rasulullah,Ayah,"jawab Ummu Habibah lagi."Sedangkan,ayah masih dalam keadaan musrik!"

Abu sufyan marah dan berkata dengan ketusnya,"sejak kamu jauh dariku,ternyata sifat jahat telah bersarang di hatimu!"Lalu Abu Sufyan meninggalkan rumah putrinya untuk menemui Rasulullah yang ketika itu sedang berada di masjid.Begitu berjumpa dengan Rasulullah,Abu Sufyan meminta kepada Rasulullah untuk mengubah isi perjanjian tersebut tanpa memberitahukan peristiwa sesungguhnya yang terjadi antara Kabilah Bakar dan Kabilah Khuza'ah.

"Adakah peristiwa hangat yang telah terjadi?"tanya Rasulullah."Tidak ada,"jawab Abu Sufyan berbohong."Kalau bgitu,perjanjian tidak perlu di ubah dan tetap sesuai dengan perjanjian semula!"kata beliau tegas.Kegagalan ini membuat Abu Sufyan menghubungi para sahabat beliau untuk membujuk Rasulullah supaya mau mengubah isi perjanjian itu.Namun,tidak ada satupun sahabat yang menolong Abu Sufyan.

Terakhir,ia mendatangi rumah Ali dan Fatimah untuk usaha yang sama.Namun,tidak di sangka,Ali bin Abi Tholib malah mengusirnya untuk kembali secepatnya ke mekah sebelum orang-orang dari kaum muslimin mengejar dan mengeroyoknya,maka,Abu sufyanpun segera bergegas kembali pulang ke negerinya.

Dimekah,ia di curigai kaumnya bahwa ia telah memeluk islam sehingga ia menuju sederetan berhala untuk penyembahan kepada yang biasa di pujanya itu.Hal itu untuk membuktikan bahwa ia tidak terpengaruh oleh pertemuanya dengan muhammad.Abu sufyan berharap agar kaum Quraisy masih mempercayai dirinya sebagai kepentingan mereka.

Akan halnya suasana dengan di medinah,se kembalinya Abu sufyan ke mekah,Rasulullah segera mempersiapkan pasukan bersenjata secara diam-diam.Kepada Abu Bakar,beliau mengatakan bahwa beliau akan memasuki kota mekah dengan pasukan bersenjata.Oleh karena itu,tidak seorangpun yang mengetahui dari pasukan yang mengetahui tujuan mobilitas tersebut.

"Apakah kita akan terikat janji dengan mereka?"tanya Abu Bakar.Maka Rasulullah hanya menjawab,"Mereka telah mencabik-cabik perjanjian."Namun persiapan-persiapan pengumpulan pasukan jelas tidak bisa di sembunyikan lagi.Hal itu pula oleh seorang sahabat yang bernama Habib bin Abi Baltha'ah.Habib bin Baltha'ah segera menulis surat yang akan di bawa oleh seorang wanita di dalam sanggunya.Surat tersebut menyebutkan bahwa kaum muslimin akan menyerang mekah.

Tindakan Habib bin Ali Baltha'ah di ketahuai oleh Rasulullah.padahal,sebelumnya tidak ada yang tahu kecuali dirinya dan wanita tersebut.Rasulullah segera menyuruh Ali bin Abithalib,Zubair bin Awwam,dan Miqdad untuk memburu Wanita itu dan merampas suratnya.

Ketika berjumpa dengan wanita tersebut,mereka segera meminta surat secara baik-baik,tetapi wanita itu tidak mengakui."Aku tidak membawa surat........!"katanya.

Akhirnya,Ali memaksa dengan mengancam jika surat itu tidak diberikan,ia akan di telanjangi.Mendengar ancaman Ali,wanita tersebut mengambil surat yang di taruh di dalam sanggulnya.Kemudian,surat tersebut di bawa ke hadapan Rasulullah dan beliau menyuruh salah seorang sahabat untuk membacakanya.

Mengetahui isi surat yang begitu berbahaya,Rasulullah memanggil Habib bin Abi Baltha'ah untuk di adili."Apa tujuan kamu menulis surat itu?"tanya Rasulullah kepada Habib.

"Wahai Rasulullah,aku mohon jangan lah tergesa-gesa menghukumku.Aku ini masih terikat persahabatan dengan orang-orang Quraisy,meskipun aku bukan orang yang di pandang di lingkungan mereka.Orang-orang Muhajirin yang bersebelahan dengamu kebanyakan memiliki kerabat yang mampu membentengi keluarga mereka,sedang aku tidak punya kerabat yang melindungi diriku,"katanya.

"Oleh sebab itu aku beritahu para tokoh Quraisy.Barang kali dengan jasaku ini mereka menimbanginya dengan kebaikan untuk mendinginkan.Aku berbuat demikian bukan berarti aku mencampakan agama islam yang telah menjadi pilihanku dan bukan pula aku rela terhadap kekufuran yang pernah aku jalani,"demikian jawab Habib.

Mendengar jawaban dari Habib Baltha'ah,Rasulullah akhirnya berkata,"Dia berkata benar."
READ MORE - Perjanjian Yang Dilanggar

Sabtu, 15 Januari 2011

Mukzijat Tongkat Ajaib Nabi Musa


Selama 10 tahun Musa bekerja sebagai penggembala kambing milik Nabi Sy'aib di Madyan,kemudian Musa menikahi putri Nabi Sy'aib bernama Sufairoh.

Setelah waktunya cukup, sesuai dengan kesepakatan mereka,Musa bermaksud membawa istrinya kembali ke Mesir.Dengan perasaan rindu kepada tanah kelahiranya,dan atas izin mertuanya, Musa berangkat bersama istrinya.

Musa diberi beberapa ekor kambinng oleh mertuanya sebagai bekal bahan makanan sepanjang perjalanan.Melalui jalan yang kecil dan berada di lembah-lembah gunung,Musa melakukan perjalanananya,ia takut kedatanganya akan di ketahui oleh mata-mata fir'aun.


Ditengah perjalanan,ketika berada di bukit Thurisina Musa merasa letih,lalu mereka beristirahat.Tak terasa malampun tiba dan suasana menjadi gelap gulita,udara juga terasa dingin sekali.Musa mencari-cari sesuatu,dan di atas puncak bukit dilihatnya sinar yang memancar bagaikan api yang menjilat-jilat.

Musa menuju ke puncak bukit tempat api itu berasal.Tetapi setelah sampai di bukit itu Musa terheran-heran karena api itu melekat di sebuah pohon,tetapi pohon itu tidak terbakar.Dengan langkah sedikit takut Musa mendekati api itu,tiba-tiba terdengar suara yang belum pernah di dengarnya,dan datang di sebelah kanan dari pohon Zaitun.

"Hai Musa,sesungguhnya Aku adalah Allah,Tuhan Semesta Allam.Engkau kini berada di lembah suci Thuwa.Tanggalkan terompahmu!Hari ini Aku angkat Engkau sebagai Rosul-ku.Karena itu dengarlah baik-baik wahyuku"Aku adalah Allah,Tak ada tuhan selain Aku,karen itu laksanakan perintah-perintah-Ku.Kerjakan Sembahyang,agar engkau selalu ingat kepada-Ku.Hari kiamat pasti terjadi,Aku sembunyikan tanda-tandanya,dan tiap-tiap jiwa nanti akan dinilai amal perbuatanya.Jangan kamu ragu-ragu mengenai hal ini.Jangan sekali-sekali mengikuti orang-orang yang tidak beriman,sebab mereka akan mencelakakan engku kelak."

Dahulu ketika Musa menggembalakn kambing,ia di beri sebuha Tongkat Ajaib oleh mertuanya,sebagai senjata melawan orang atau binatang yang mencoba mengganggu kambingnya.Tongkat itu telah membuktikan kemukjzatanya,yaitu sewaktu ada penjahat yang hendak mencuri kambingnya,dan Musa tertidur dengan pulas.Tahu-tahu tongkatnya mengejar dan membunuh mereka.

Dengan berlumuran darah,tongkat itu kembali ketempat semula,di samping Musa.Ketika ia terbangun,bukan main kagetnya melihat tomkatnya berlumuran darah dan di tempat aga jauh beberapa orang mati terbunuh dengan berlumuran darah.Itulah tongkat Musa yang selalu dibawa kemana-mana."Lemparkan tongkatmu itu!"terdengar lagi seruan kepada musa.Tiba-tuba tongkat itu berubah menjadi ular yang sangat besar.Melihat hal itu dengan segera Musa lari ketakutan,tanpa menoleh lagi.

"Hai Muasa,datanglah kepada-Ku dan jangan takut.Sesungguhya orang yang menjadi utusan tidak perlu takut,dan kamu termasuk orang-orang yang aman.Peganglah kembali,pasti ia akan berubah menjadi seperti semula,menjadi tongkat."

Setelah mendengar suara itu,dengan yakin akan keselamatanya,Musa memegang kembali ular itu.Ternyata benar ular yang bergerak dengan gesitnya itu kembali menjadi tongkat lagi.

"Masukan tanganmu keleher bajumu,maka tanganmu akan keluar putih tidak bercat juga bukan karena penyakit,dan dekaplah kedua tanganmu di dada bila ketakutan."
(Surat Al-Qashash,31-32)

"Nah sekarang pergilah kau ke mesir.Sesungguhnya Fir'aun telah durhaka melampaui batas,maka yang demikian itu adalah dua mukzijat dari tuhanmu yang akan kau hadapkan kepada Fir'aun dan pembesar-pembesarnya,"
seru-Nya lagi.

Fir'aun adalah raja yang sombng,bengis,kejam dan mengaku duirinya sebagai tuhan.Ia mempunyai kekuasaan yang besar sekali di Mesir.Oleh karena luas dan besarnya kekuasaan,sehingga makin lama Fir'aun menjadi sombaong dan besar kepala serta mengaku dirinya sebagai orang yang terkuat,hingga mengaku dirinya sebagai tuhan satu-satunya.

Kemudaian Allah mengutus Nabi Musa datang kepada Fir'aun dan kaumnya,memberi pelajaran,peringatan dan petunjuk agar mereka mengapdi dan menyembah hanya kepada Tuhan yang sebenarnya,yaitu Allah.

Dan agar mereka meninggalkan segala perbuatan-perbuatan keji,kejam,bengis,tak berperikemanusiaan dan segala macam perbuatan-perbuatan maksiat lainya serta tunduk patuh kepada apa yang telah di perintahkan kepada mereka.

Fir'aun sangat membeci Nabi Musa dan para pengikutnya ia berusaha mati-matian agar Nabi Musa terbunuh dan pengikutnya di tumpas.Namun kenyataan berbicara lain.Nabi Musa memang manusia terpilih yang di angkat menjadi Rosul.dengan tongkat ajaibnya ia mampu membelah lautan,Nabi Musa dan para pengikutnya bisa menyeberangi lautan itu.

Tatkala Nabi Musa dan pengikutnya sampai di seeberang,Fir'aun dan bala tentara yang mengejar masih berada di tengah jalan,Nabi Musa memukul tongkatnya lagi,maka lautan yang terbelah menyatu lagi.Maka Fir'aun dan para pasukanya mati tenggelam dalam lautan.
READ MORE - Mukzijat Tongkat Ajaib Nabi Musa

Minggu, 09 Januari 2011

Imam Zainal Abidin

 Di sebuah kota di Madinah ada seorang Imam yang sangat taat dan patuh dengan perintah-perintah Allah,beliau bernama Imam Zainal Abidin.

Seperti biasanya,bila berwudlu wajah imam Zainal Abidin Ibn Al-Husain ra.menjadi pucat pasi.Setelah itu ia brdiri tegak dengan tubuh gemetaran."hai,imam,mengapa tubuhmu menjadi gemetaran seperti itu ?"tanya sahabatnya yang melihat keadaan sahabatnya Imam Zainal Abidin,"Tidakah kau mengerti?.Dihadapan siapakah nanti aku akan berdiri,dan siapakah yang akan ku ajak bicara nanti ?"jawab Imam.

Demikianlah Imam Zainal Abidin mngartikan tentang wudlu yang kemudian mengerjakan sholat menghadap tuhanya.pernah ketika ia mengerjakan sholat,di rumahnya terjadi kebakaran.Melihat api telah membakar rumah Zainal Abidin,para tetangga berteriak-teriak kebingungan."Hai cicit Rasulullah!Api telah membakar rumahmu keluarlah kau!"teriak salah satu tetangganya.


Meskipun telah mendengar teriakan tetangganya,Imam Zainal Abidin tidak mengangkat kepala dari sujudnya.Namun,atas kuasa Allah api itu tidak sampai membakar tubuhnya.Setelah Zainal Abidin selesai mengerjakan sholat orang-orang berkerumun mendekatinya.

"Api telah membakar rumah anda,tetapi mengapa anda tidak berusaha menyelamatkan diri dan beranjak dari tempat sholat?"tanya salah seorang di antara mereka.
Api yang membakar rumahku dan barang kali akan membakar tubuhku masih belum seberapa.Saat itu justru aku sedang berkonsentrasi memikirkan api yang lebih besar dan dasyat,"jawab Imam Zainal Abidin."Api apakah itu ?"tanya tetangganya serentak."Api neraka,"jawab Zainal Abidin seraya meninggalkan tempat itu.dan orang-orang itupun hanya terdiam sambil membubarkan diri ada yang terkesan dengan keimanan Zainal Abidin dan ada yang menganggap Zainal Abidin itu kurang waras.

Demikianlah jika seseorang memiliki iman yang kuat,percaya dan taat kepada Allah maka kita aka terasa dekat dengan Allah dan selalu di bawah lindunganya
READ MORE - Imam Zainal Abidin