Sabtu, 23 Maret 2013

Petualangan Tom Sawyer


Tom Sawyer adalah seorang anak laki-laki yang sangat menyukai petualangan. Pada suatu malam ia melarikan diri dari rumah, lalu bersama temannya yang bernama Huck pergi ke pemakaman. "Hei, Huck! Kalau kita membawa kucing yang mati dan menguburnya, katanya kutil kita bisa diambil. " "Benar. Serahkan saja padaku! Masa'sih begitu saja takut. "
" Hei , tunggu! Ada orang yang datang! Tom dan Huck segera bersembunyi. "Bukankah itu dokter dan Kakek Peter? Dan itu si Indian Joe..." Kemudian Dokter dan Kakek Petter mulai bertengkar karena masalah uang. Untuk mendapatkan mayat, Dokter harus melakukan penggaliannya berdua. Lalu Kakek Petter mulai menaikkan harga, tetapi Dokter menolak. Kemudian Kakek Petter dipukul oleh Dokter hingga terjatuh. Setelah itu, si Indian Joe memungut pisau yang dibawa Kakek Petter dan melompat menyerang Dokter. Brukk!
Si Indian Joe membunuh Dokter, lalu pergi membawa lari uang itu. Keesokan harinya Dokter ditemukan meninggal dunia di pemakaman itu, dan orang-orang kota mulai berkumpul. "Ini adalah pisau Kakek Petter. Jadi, Kakek yang membunuh Dokter." "A... aku tidak bisa mengingatnya dengan jelas... "Apa!? Aku telah melihat Kakek Petter membunuh Dokter." " Memang benar, pembunuhnya adalah Kakek Petter.
Kemudian Kakek Petter ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara. "Wah... padahal pembunuh yang sebenarnya adalah si Indian Joe." "Tetapi, kalau kita mengatakan hal itu, si Indian Joe akan balas dendam dan membunuh kita... " Beberapa hari telah berlalu, dan semua orang telah melupakan kejadian itu. Pada suatu hari Tom bertengkar dengan Becky, gadis yang disukainya di sekolah. "Apa-apaan. Aku benci sama Tom."
Tom yang dimarahi oleh Becky merasa patah hati. Lalu temannya yang bernama Joe berkata, "Baik di rumah maupun di sekolah aku sudah tak diperlukan. Tom, kita melarikan diri saja, yuk! " Tom dan Joe mengajak Huck, mereka bermaksud hidup di  sebuah pulau di tengah-tengah sungai. "Yahooo! Kalau begini, kita seperti bajak laut, ya! "Kita tak perlu pergi ke sekolah." Ketiganya menyeberangi sungai dengan rakit yang dibuatnya, dan mereka seharian bermain. Ketika mulai lapar, mereka pun makan telur goreng dan apel.
Keesokan harinya ketika mereka sedang bermain, tiba tiba.... duaaar! Air sungai menyembur ke atas. "Oh, itu adalah isyarat dari seseorang yang sedang mencari orang yang tenggelam. " Orang-orang kota mengira Tom dan Joe tenggelam di sungai, lalu mereka pun datang untuk mencari. " Mungkin saat ini Bibi Polly sedang mengkhawatirkanku. Di tengah malam Tom berenang menyeberangi sungai, kembali ke rumahnya untuk melihat keadaan. Ketika Tom mengintip dari jendela, dilihatnya Bibi Polly dan Ibu Joe sedang menangis. "Semuanya meninggal dunia, ya..."
Kemudian Tom kembali ke pulau dan menceritakan hal itu pada Huck dan Joe. Mereka sangat terkejut. Akhirnya, mereka sepakat untuk pulang pada hari upacara pemakaman mereka. "Wah, Tom! Kamu pulang, ya.' "Joe, syukurlah kamu pulang dengan selamat." Semuanya gembira atas kepulangan mereka. Beberapa hari kemudian pengadilan Kakek Petter dimulai. Di pengadilan Kakek Petter ditetapkan sebagai pembunuh, dan ia akan dihukum mati. Untuk membebaskan Kakek Petter, Tom memberanikan diri menjadi saksi. "Pembunuh yang sebenarnya adalah si Indian Joe itu. "Kami telah melihat kejadian yang sesungguhnya." Si Indian Joe yang mendengar hal ini segera melompat dari jendela. Praaang! Ia melarikan diri. Kakek Petter merasa sangat gembira karena jiwanya tertolong. "Tom, terima kasih banyak. Begitu pengadilan berakhir, kota kembali pada kehidupannya semula. Pada suatu hari Huck dan Tom pergi ke sebuah rumah yang tak berpenghuni. Ketika keduanya sedang mencari sesuatu di tingkat dua, tiba-tiba seseorang masuk ke dalam rumah. "Ooh! Si Indian Joe bersama sahabatnya, si pencuri! "
Untuk menyembunyikan uang yang telah dicurinya, para pencuri itu mulai menggali lantai. Dan... criing! Mereka mengeluarkan kotak emas. "Hyaaa! Harta karun yang banyak! "Baiklah, kita pindahkan persembunyiannya lalu kita beri tanda dengan kayu ini. " Si Indian Joe juga mulai naik ke tingkat dua, untuk memeriksa. "Bagaimana, nih? Kalau ketahuan, pasti kita dibunuh olehnya..." Praaak! Gedebug! Karena papan tangganya sudah lapuk, di tengah-tengah tangga si Indian Joe terjatuh. Tom dan Huck pun merasa lega.
Beberapa hari telah berlalu. Pada suatu hari Huck mengikuti Indian Joe dan temannya sendirian. "Apakah mereka mau menyembunyikan emasnya?" Tetapi, Indian Joe dan temannya bermaksud menyerang rumah Nyonya Douglas. "Gawat! Aku harus cepat-cepat memberitahukannya pada seseorang! " Karena pemberitahuan Huck, orang yang rumahnya bertetangga dengan Nyonya Douglas segera membawa senapan dan menembak para pencuri itu. Door! Door! Indian Joe dan temannya sangat terkejut, lalu mereka melarikan diri. " Sudah tidak apa-apa, kok!! "Ini semua berkat Huck. Terima kasih atas pemberitahuannya, ya! "
Di lain pihak Tom, Becky, dan teman-temannya pergi berpiknik bersama-sama. Tetapi, Tom dan Becky tersesat di sebuah goa. Mereka tak tahu jalan pulang. Tiba-tiba, muncul asap membumbung mengelilingi keduanya. "Kyaaa! Tom, aku takut!" "Oh, ada seseorang! " Tiba-tiba muncullah sosok Indian Joe di depan Tom dan Becky. Saking terkejutnya, sampai-sampai keduanya sulit untuk bemafas. "Waaaw! Ayo, lari! Dengan cepat, Tom dan Becky berlari hingga keluar dari dalam goa. Akhimya mereka pulang.
Bibi Polly yang khawatir sangat gembira dengan kepulangan kedua anak itu. Ketika Tom pergi bermain ke rumah Becky, ayah Becky berkata, Tom karena goa itu berbahaya, sebaiknya ditutup saja. "Ya... tetapi di situ ada Indian Joe. Ketika semuanya pergi ke sana, temyata Indian Joe jatuh pingsan di pintu masuk goa. la tersesat. Kemudian mereka menutup pintu masuk goa, dan menjebloskan Indian Joe ke dalam penjara. "Ternyata Indian Joe menyembunyikan emasnya di atas batu yang terletak di dalam goa ini dan telah diberi tanda. " Tom dan Huck masuk ke dalam goa dengan melewati jalan rahasia. Ketika mereka menggali batu yang sudah diberi tanda, mereka melihat emas yang disembunyikan kedua orang pencuri itu.
"Horee dengan harta ini, kita akan menjadi kaya!" Saat Tom dan Huck pulang, Nyonya Douglas yang telah ditolong oleh Huck mengadakan pesta untuk menyambut mereka. 
"Petualangan Tom Sawyer" adalah cerita yang diangkat dari kisah di Mississipi, Amerika. Menceritakan tentang pemuda nakal, bernama Tom dan sahabatnya, Huck. Inti ceritanya ada di tengah-tengah cerita, sehingga menjadi dan mudah dimengerti.
READ MORE - Petualangan Tom Sawyer

Gadis Penjual Korek Api


Di malam natal, orang-orang berjalan dengan wajah yang gembira memenuhi jalan di kota. Di jalan itu ada seorang gadis kecil mengenakan pakaian compang-camping sedang menjual korek api. "Mau beli korek api?" "Ibu, belilah korek api ini." "Aku tidak butuh korek api, sebab di rumah ada banyak." Tidak ada seorang pun yang membeli korek api dari gadis itu.
Tetapi, kalau ia pulang tanpa membawa uang hasil penjualan korek api, akan dipukuli oleh ayahnya. Ketika akan menyeberangi 'alan. Grek! Grek! Tiba-tiba sebuah kereta kuda berlari dengan kencangnya. 
"Hyaaa! Awaaaaas!" Gadis itu melompat karena terkejut. Pada saat itu sepatu yang dipakainya terlepas dan terlempar entah ke mana. Sedangkan sepatu sebelahnya jatuh di seberang jalan. Ketika gadis itu bermaksud pergi untuk memungutnya, seorang anak lakilaki memungut sepatu itu lalu melarikan diri. "Wah, aku menemukan barang yang bagus."
Akhirnya gadis itu bertelanjang kaki. Di sekitarnya, korek api jatuh berserakan. Sudah tidak bisa dijual lagi. Kalau pulang ke rumah begini saja, ia tidak dapat membayangkan bagaimana hukuman yang akan diterima dari ayahnya. Apa boleh buat, gadis itu membawa korek api yang tersisa, lalu berjalan dengan sangat lelahnya. Terlihatlah sinar yang terang dari jendela sebuah rumah. Ketika gadis itu pergi mendekatinya, terdengar suara tawa gembira dari dalam rumah.
Di rumah, yang dihangatkan oleh api perapian, dan penghuninya terlihat sedang menikmati hidangan natal yang lezat. Gadis itu meneteskan air mata. "Ketika ibu masih hidup, di rumahku juga merayakan natal seperti ini." Dari jendela terlihat pohon natal berkelipkelip dan anak-anak yang gembira menerima banyak hadiah. Akhirnya cahaya di sekitar jendela hilang, dan di sekelilingnya menjadi sunyi.
Salju yang dingin terus turun. Sambil menggigil kedinginan, gadis itu duduk tertimpa curahan salju. Perut terasa lapar dan sudah tidak bisa bergerak. Gadis yang kedinginan itu, menghembus-hembuskan nafasnya ke tangan. Tetapi, sedikit pun tak menghangatkannya. "Kalau aku menyalakan korek api ini, mungkin akan sedikit terasa hangat." Kemudian gadis itu menyalakan sebatang korek api dengan menggoreskannya di dinding.
Crrrs Lalu dari dalam nyala api muncul sebuah penghangat. "Oh, hangatnya." Gadis itu mengangkat tangannya ke arah tungku pemanas. Pada saat api itu padaamtungku pemanaspun menghilang. Gadis itu menyalakan batang korek api yang kedua. Kali ini dari dalam nyala api muncul aneka macam hidangan.
Di depan matanya, berdiri sebuah meja yang penuh dengan makanan hangat. "Wow! Kelihatannya enak." Kemudian seekor angsa panggang melayang menghampirinya. Tetapi, ketika ia berusaha menjangkau, apinya padam dan hidangan itu menghilang. Gadis itu segera mengambil korek apinya, lalu menyalakannya lagi. Crrrs!
Tiba-tiba gadis itu sudah berada di bawah sebuah pohon natal yang besar. "Wow! Lebih indah daripada pohon natal yang terlihat dari jendela tadi." Pada pohon natal itu terdapat banyak lilin yang bersinar. "Wah! Indah sekali!" Gadis itu tanpa sadar menjulurkan tangannya lalu korek api bergoyang tertiup angin. Tetapi, cahaya lilin itu naik ke langit dan semakin redup. Lalu berubah menjadi bintang yang sangat banyak.
Salah satu bintang itu dengan cepat menjadi bintang beralih. "Wah, malam ini ada seseorang yang mati dan pergi ke tempat Tuhan,ya... Waktu Nenek masih hidup, aku diberitahu olehnya." Sambil menatap ke arah langit, gadis itu teringat kepada Neneknya yang baik hati. Kemudian gadis itu menyalakan sebatang lilin lagi. Lalu di dalam cahaya api muncul wujud Nenek yang dirindukannya. Sambil tersenyum, Nenek menjulurkan tangannya ke arah gadis itu.
"Nenek!" Serasa mimpi gadis itu melo ' mpat ke dalam pelukan Nenek. "Oh, Nenek, sudah lama aku ingin bertemu' " Gadis itu menceritakan peristiwa yang dialaminya, di dalam pelukan Nenek yang disayanginya. "Kenapa Nenek pergi meninggalkanku seorang diri? Jangan pergi lagi. Bawalah aku pergi ke tempat Nenek." Pada saat itu korek api yang dibakar anak itu padam. "Ah, kalau apinya mati, Nenek pun akan pergi juga. Seperti tungku pemanas dan makanan tadi..."
Gadis itu segera mengumpulkan korek api yang tersisa, lalu menggosokkan semuanya. Gulungan korek api itu terbakar, dan menyinari sekitarnya seperti siang hari. Nenek memeluk gadis itu dengan erat. Dengan diselimuti cahaya, nenek dan gadis itu pergi naik ke langit dengan perlahanlahan. "Nenek, kita mau pergi ke mana?" "Ke tempat Tuhan berada."
Keduanya semakin lama semakin tinggi ke arah langit. Nenek berkata dengan lembut kepada gadis itu, "Kalau sampai di surga, Ibumu yang menunggu dan menyiapkan makanan yang enak untuk kita." Gadis itu tertawa senang. Pagi harinya. Orang-orang yang lewat di jalan menemukan gadis penjual korek api tertelungkup di dalam salju. "Gawat! Gadis kecil ini jatuh pingsan di tempat seperti ini." "Cepat panggil dokter!"
Orang-orang yang berkumpul di sekitarnya semuanya menyesalkan kematian gadis itu. Ibu yang menolak membeli korek api pada malam kemarin menangis dengan keras dan berkata, "Kasihan kamu, Nak. Kalau tidak ada tempat untuk pulang, sebaiknya kumasukkan ke dalam rumah." Orang-orang kota mengadakan upacara pemakaman gadis itu di gereja, dan berdoa kepada Tuhan agar mereka berbuat ramah meskipun pada orang miskin.
READ MORE - Gadis Penjual Korek Api

Petualangan Sinbad



Dahulu, di daerah Baghdad, timur tengah,  ada seorang pemuda bernama Sinbad yang kerjanya memanggul barang-barang yang berat dengan upah yang sedikit, sehingga hidupnya tergolong miskin. Suatu hari, Sinbad beristirahat di depan pintu rumah saudagar kaya karena sangat lelah dan kepanasan. Sambil istirahat, ia menyanyikan lagu. "Namaku Sinbad, hidupku sangat malang, berapapun aku bekerja dengan memanggul beban di punggung tetaplah penderitaan yang kurasakan." Tak berapa lama muncul pelayan rumah itu, menyuruh Sinbad masuk karena dipanggil tuannya.
"Apakah namamu Sinbad ?", "Benar Tuan". "Namaku juga Sinbad", kata sang saudagar. Ia pun mulai bercerita, "Dulu aku seorang pelaut. Ketika mendengar nyanyianmu, aku sangat sedih karena kau berpikir hanya kamu sendiri yang bernasib buruk, dulu nasibku juga buruk, orangtua ku meninggalkan banyak warisan, tetapi aku hanya bermain dan menghabiskan harta saja. Setelah jatuh miskin aku bertekad menjadi seorang pelaut. Aku menjual rumah dan semua perabotannya untuk membeli kapal dan seisinya.  Karena sudah lama tidak menemui daratan, ketika ada daratan yang terlihat kami segera merapatkan kapal. Para awak kapal segera mempersiapkan makan siang. Mereka membakar daging dan ikan. Tiba-tiba , permukaan tanah bergoyang. Pulau itu bergerak ke atas, para pelaut berjatuhan ke laut. Begitu jatuh ke laut, aku sempat melihat ke pulau itu, ternyata pulau tersebut, berada di atas badan ikan paus. Karena ikan paus itu sudah lama tak bergerak, tubuhnya ditumbuhi pohon dan rumput, mirip seperti pulau. Mungkin karena panas dari api unggun, ia mulai bergerak liar.
Mereka yang terjatuh ke laut di libas ekor ikan paus sehingga tenggelam. Aku berusaha menyelamatkan diri dengan memeluk sebuah gentong, hingga aku pun terapung-apung di laut. Beberapa hari kemudian, aku berhasil sampai ke daratan. Aku haus, disana ada pohon kelapa. Kemudian aku memanjatnya dan mengambil buah dan meminum airnya. Tiba-tiba aku melihat ada sebutir telur yang sangat besar. Ketika turun, dan mendekati telur itu, tiba-tiba dari arah langit, terdengar suara yang menakutkan disertai suara kepakan saya yang mengerikan. Ternyata, seekor burung naga yang amat besar.
Setelah sampai disarangnya, burung naga itu tertidur sambil mengerami telurnya. Sinbad menyelinap dikaki burung itu, dan mengikat erat badannya di kaki burung naga dengan kainnya. "Kalau ia bangun, pasti ia langsung terbang dan pergi ke tempat di mana manusia tinggal." Benar, esoknya burung naga terbang mencari makanan. Ia terbang melewati pegunungan dan akhirnya tampak sebuah daratan. Burung naga turun di sebuah tempat yang dalam di ujung jurang. Sinbad segera melepas ikatan kainnya di kaki burung dan bersembunyi di balik batu. Sekarang Sinbad berada di dasar jurang. Sinbad tertegun, melihat disekelilingnya banyak berlian.
 Pada saat itu, "Bruk" ada sesuatu yang jatuh. Ternyata gundukan daging yang besar. Di gundukan daging itu menempel banyak berlian yang bersinar-sinar. Untuk mengambil berlian, manusia sengaja menjatuhkan daging ke jurang yang nantinya akan diambil oleh burung naga dengan berlian yang sudah menempel didaging itu. Sinbad mempunyai ide. Ia segera mengikatkan dirinya ke gundukan daging. Tak berapa lama burung naga datang dan mengambil gundukan daging, lalu terbang dari dasar jurang. Tiba-tiba, "Klang! Klang! Terdengar suara gong dan suling yang bergema. Burung naga yang terkejut menjatuhkan gundukan daging dan cepat-cepat terbang tinggi. Orang-orang yang datang untuk mengambil berlian, terkejut ketika melihat Sinbad.
Sinbad menceritakan semua kejadian yang dialaminya. Kemudian orang-orang pengambil berlian mengantarkan Sinbad ke pelabuhan untuk kembali ke negaranya. Sinbad menjual berlian yang didapatnya dan membeli sebuah kapal yang besar dengan awak kapal yang banyak. Ia berangkat berlayar sambil melakukan perdagangan. Suatu hari, kapal Sinbad dirampok oleh para perompak. Kemudian Sinbad dijadikan budak yang akhirnya dijual kepada seorang pemburu gajah. "Apakah kau bisa memanah?" Tanya pemburu gajah. Sang pemburu memberi Sinbad busur dan anak panah dan diajaknya ke padang rumput luas. "Ini adalah jalan gajah. Naiklah ke atas pohon, tunggu mereka datang lalu bunuh gajah itu". "Baik tuan," jawab Sinbad ketakutan.
 Esok pagi, datang gerombolan gajah. Saat itu pemimpin gajah melihat Sinbad dan langsung menyerang pohon yang dinaiki Sinbad. Sinbad jatuh tepat di depan gajah. Gajah itu kemudian menggulung Sinbad dengan belalainya yang panjang. Sinbad mengira ia pasti akan dibunuh atau di banting ke tanah. Ternyata, gajah itu membawa Sinbad dengan kelompok mereka ke sebuah gunung batu. Akhirnya terlihat sebuah air terjun besar. Dengan membawa Sinbad, gajah itu masuk ke dalam air terjun menuju ke sebuah gua. "Ku..kuburan gajah!" Sinbad terperanjat. Di gua yang luas bertumpuk tulang dan gading gajah. Pemimpin gajah berkata,"kalau kau ingin gading ambillah seperlunya. Sebagai gantinya, berhentilah membunuh kami." Sinbad berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Ia pulang dengan memanggul gading gajah dan menyerahkan ke tuannya dengan syarat tuannya tidak akan membunuh gajah lagi. Tuannya berjanji dan kemudian memberikan Sinbad uang.
"Sampai disini dulu ceritaku", ujar Sinbad yang sudah menjadi saudagar kaya. "Aku bisa menjadi orang kaya, karena kerja keras dengan uang itu. Jangan putus asa, sampai kapanpun, apalagi jika kita masih muda," lanjut sang saudagar.
READ MORE - Petualangan Sinbad

Jack & Pohon Kacang Ajaib


Dahulu, ada seorang ibu dan anak muda yang tinggal di sebuah desa. Anak muda tersebut bernama Jack. Kehidupan mereka tergolong miskin. Harta mereka yang ada hanya seekor sapi, yang lama kelamaan produksi susunya sudah berkurang. Menyadari hal itu, sang ibu pun berencana menjual sapi yang mereka miliki, kemudian uangnya akan dipergunakan untuk membeli gandum. Rencananya, gandum tersebut akan ditanam di ladang dekat rumah mereka.
Keesokan harinya, Jack membawa sapi miliknya ke pasar. Di tengah jalan menuju ke pasar, Jack bertemu dengan seorang kakek. Sang kakek menegurnya," Hai Jack, maukah engkau menukar sapimu dengan kacang ajaib ini?". "Apa, menukar sebutir kacang dengan sapiku?" kata Jack terkejut. "Jangan menghina, ya! Ini adalah kacang ajaib. Jika kau menanamnya dan membiarkannya semalam, maka pagi harinya kacang ini akan tumbuh sampai ke langit, kata kakek itu menjelaskan. "Jika begitu baiklah," jawab Jack.Sesampainya di rumah, Ibu Jack sangat terkejut dan marah. "Benar-benar bodoh kau! Bagaimana mungkin kita hidup hanya dengan sebutir biji kacang?" Saking marahnya, sang Ibu melempar biji kacang tersebut keluar jendela. Tapi apa yang terjadi keesokan harinya? Ternyata ada pohon raksasa yang tumbuh sampai mencapai langit. "Wah, ternyata benar apa yang dikatakan oleh kakek itu, gumam Jack". Lalu dengan hati-hati ia langsung memanjat pohon raksasa itu. "Aduh, mengapa tidak sampai juga ke ujung pohon ya?" kata Jack dalam hati.
 Tidak berapa lama kemudian, Jack melihat ke bawah. Ia melihat rumah-rumah menjadi sangat kecil. Akhirnya Jack sampai ke awan. Di sana ia bisa melihat sebuah istana raksasa yang mengerikan. "Aku haus dan lapar, mungkin di istana itu aku menemukan makanan," gumam Jack. Sesampainya di depan pintu istana, ia mengetuknya dengan keras. "Kriek..." pintu yang besar itu terbuka. Ketika ia menengadah, muncul seorang wanita yang besar. "Ada apa nak?", kata wanita itu. "Selamat pagi, saya haus dan lapar, bolehkah saya minta sedikit makanan?" Wah, kau anak yang sopan sekali. Masuklah! Makan di dalam saja, ya!" kata wanita itu ramah.
 Ketika sedang makan, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang keras, Duk Duk! Ternyata suami wanita itu yang datang. Ia adalah Raksasa Pemakan Manusia. Dengan cepat wanita itu berkata pada Jack. "Nak, cepatlah sembunyi! Suamiku datang." "Huaaa…. Aku pulang. Cepat siapkan makan!" teriak raksasa itu. Jack menahan nafas di dalam tungku. Raksasa itu tiba-tiba mencium bau manusia. Lalu ia mengintip ke dalam tungku. Cepat-cepat istrinya berkata,"Itu bau manusia yang kita bakar kemarin. Sudahlah tenang saja. Ini makanannya sudah siap."
Setelah makan, raksasa mengeluarkan pundi-pundi yang berisi uang emas curiannya, sambil meminum minuman keras. Lalu ia mulai menghitung Tak berapa lama ia mabuk dan akhirnya tertidur. Melihat hal itu, Jack segera keluar dari persembunyiannya. Sebelum pulang, ia mengambil uang emas hasil curian si raksasa itu sambil berjalan mengendap-endap.
 Jack terus menuruni pohon kacang dan akhirnya sampai di rumah. "Ibu… lihatlah emas ini. Mulai sekarang kita jadi orang kaya." "Tak mungkin kau mendapat uang sebanyak ini dengan mudah. Apa yang kamu lakukan?" Lalu Jack menceritakan semua kejadian pada ibunya. "Kau terlalu berani Jack! Bagaimana jika raksasa itu datang untuk mengambilnya kembali," kata ibunya dengan kuatir. Semenjak mendapatkan uang emas, tiap harinya Jack hanya bersantai-santai saja dengan uang curiannya. Tidak berapa lama, uang hasil curiannya pun habis. Jack kembali memanjat pohon kacang, untuk menuju ke istana. "Eh kau datang lagi. Ada apa?" kata istri raksasa itu. "Selamat siang Bu. Karena saya belum makan dari pagi, perutku jadi lapar sekali." Ibu yang baik itu diam saja, tapi ia tetap memberi Jack makan siang. Tiba-tiba…. Duk Duk Duk! Terdengar suara langkah kaki raksasa. Seperti dulu, Jack kembali bersembunyi di tungku.
Setelah masuk ke rumahnya, raksasa itu makan dengan lahapnya. Setelah itu ia meletakkan ayam hasil curiannya ke atas meja sambil berkata, "Ayam, keluarkan telur emasmu." Lalu ayam itu berkokok, "kukuruyuuk….," ia mengeluarkan sebutir telur emas. Raksasa merasa puas, ia minum sake sampai akhirnya tertidur. "Telur emas? Wah hebat!" pikir Jack. Diam-diam ia menangkap ayam itu dan cepat-cepat lari pulang ke rumah.
 Dengan ayam petelur emasnya, Jack kembali bersantai-santai saja. "Daripa ada kau mencuri, lebih baik bekerja di ladang saja", kata Ibu Jack. Karena tiap hari ayam itu mengeluarkan telur lebih dari seharusnya, ayam itupun mati. Jack kembali lagi ke istana raksasa itu. Dan lagi-lagi ia bersembunyi di tungku, ketika raksasa laki-laki pulang sambil membawa harpa. Sambil minum sake, raksasa berkata," Hai harpa, mainkan sebuah melodi yang indah." Keajaiban pun terjadi, harpa itu memainkan sendiri sebuah melodi indah. Lagu itu membuat sang raksasa tertidur.
Jack mempunyai niat mencuri harpa itu. Ia pun mengulurkan tangannya, tapi…"Tuan, ada pencuri…" tiba-tiba harpa itu berteriak. Raksasa itu pun terbangun. Ia segera mengejar Jack yang berlari sambil membawa harpa milik raksasa itu. Raksasa terus mengejar, menuruni pohon kacang. Ketika hampir sampai di bawah, Jack berteriak dengan suara kera. "Ibuu…. Ambilkan kapak dari gudang! cepat! cepat! Betapa terkejutnya sang Ibu melihat sosok raksasa yang datang mengejar Jack, ia gemetar karena amat takut. Begitu turun dari pohon, Jack segera menebang pohon kacang itu dengan kapaknya.
Dengan suara yang keras, pohon kacang rubuh. Raksasa itu pun jatuh ke tanah, dan mati. Ibu sangat lega melihat Jack selamat. Sambil mengangis ia berkata : "Jack, jangan lagi kau melakukan hal yang menyeramkan seperti ini. Betapapun miskinnya kita bekerjalah dengan sungguh-sungguh. Dengan bersyukur kepada Tuhan, pasti kita berdua akan hidup dengan baik." "Maafkan saya Ibu, mulai sekarang saya akan bekerja dengan sungguh-sungguh, kata Jack pada Ibunya."Sejak saat itu, Jack bekerja dengan rajin setiap harinya. Di sebelahnya, harpa memainkan melodi-melodi indah yang menambah semangat kerja Jack. Cerita tentang harpa ajaib telah menyebar ke seluruh pelosok negeri. Pada suatu hari, seorang putri cantik datang mengunjungi Jack. Tidak seperti biasanya, harpa memainkan sebuah melodi indah yang membuat sang Putri terpesona. Lalu harpa bernyanyi : "Kalau Putri dan Jack menikah, akan berbahagia." Mendengar lagu itu, pipi sang Putri memerah. Akhirnya Jack menikah dengan Putri yang cantik tersebut berkat bantuan harpanya. Sejak saat itu Jack menjadi seorang raja yang suka menolong orang-orang yang kesusahan.  
AmanatBekerja keras jauh lebih baik daripada mendapatkah barang atau uang dari hasil curian.
READ MORE - Jack & Pohon Kacang Ajaib

Jumat, 01 Maret 2013

Kisah Kucing dan Harimau


Dahulu kala, kucing bersahabat dengan harimau.  Mereka selalu bersama-sama di hutan . Harimau tidak pandai berburu, maka kucing yang mencari hewan buruan untuk mereka berdua.  Karena tubuh kucing kecil, maka ia hanya dapat menangkap hewan-hewan kecil untuk mereka makan.

Harimau sering merasa lapar karena makanannya hanya sedikit. Ia sering melihat kucing berburu dan berpikir, kalau ia berburu, tentu ia akan mendapat mangsa yang lebih besar dan ia dapat makan sampai puas.

“Kucing,” kata harimau. “Aku ingin berburu, tapi aku tidak tahu caranya. Ajari dong,”

“Gampang, kok,” kata kucing.

Lalu ia mulai mengajarkan cara mengejar hewan buruan. Esoknya, kucing menunjukkan bagaimana menerkam dan menangkap buruannya.

Harimau belajar dengan cepat.  Ia sudah dapat menangkap hewan buruan besar. Tapi harimau tidak puas. 

“Kucing sangat pintar,” katanya dalam hati. “Pasti ada ilmu lain yang dimilikinya. Ia harus mengajarkannya kepadaku.”

“Hai, kucing,” kata harimau. “Kau sudah mengajarkan aku berburu. Ajari aku kepandaian lain, dong.”

“Kepandaian apa lagi?” jawab kucing. “Semua sudah kuajarkan kepadamu”

Harimau masih penasaran. Ia berpikir terus, bagaimana caranya agar kucing menunjukkan kemampuan yang belum diajarkannya. “Mungkin kalau aku mengejutkannya,” kata harimau dalam hati, “kucing akan menggunakan ilmu itu.”

Pada suatu hari, kucing sedang tidur. Harimau mengendap-endap dan menerkam kucing! Kucing terkejut tapi ia dapat menghindar dan memanjat sebatang pohon yang tinggi.

Pada saat itu kucing baru teringat bahwa ia belum mengajarkan cara memanjat pohon kepada harimau. Sementara harimau yang merasa dikhianati, marah besar.

“Kucing!” teriak harimau dari bawah pohon. “Aku tahu kau bukan teman yang baik. Akan kubalas kau!”
Harimau menunggu kucing turun dari pohon, tapi kucing tetap bertahan . Akhirnya harimau merasa lelah dan lapar, ia pun pergi sambil mengancam,” Kau tidak bisa lari dariku. Ke manapun kau pergi, aku akan mencarimu.”


Setelah harimau pergi, kucing turun dari pohon dan lari ke perkampungan manusia.  Kepandaiannya menangkap tikus membuat  manusia suka padanya dan sering membarinya makanan. Kucing pun tinggal di perkampungan.

Namun, walaupun kucing tahu harimau tidak dapat mengejarnya ke perkampungan, ia selalu berhati-hati. Setiap membuang kotoran selalu ditimbunnya dengan tanah agar tidak dapat ditemukan oleh harimau.





READ MORE - Kisah Kucing dan Harimau

Sabtu, 23 Februari 2013

Anak Yatim


Aku seorang anak yatim piatu dari rumah Bakti Ulu Klang.Aku tak tau asal usul aku dan siapa ibu bapa aku.Sehingga umur aku 15 tahun aku berjumpa dengan abang Is.Dia seorang pemuzik dan telah mengambil aku sebagai adiknya.

Aku anggap abang is ayah,ibu ,kakak dan abang aku.Abang Is berkenalan dengan kak Iqin,seorang guru dari Penang melalui IRC.Mereka tidak pernah berjumpa.Hanya bercinta melalui SMS.Suatu hari abang Is terpaksa ke Australia untuk bekerja.Sepanjang tempoh tersebut aku melayan kak Iqin melalui SMS.Kak Iqin memang baik walaupun aku tak pernah berjumpa.

Abang Is terpaksa pula ke Ireland untuk berjumpa ibunya.Sepanjang 6 bulan aku yang menjadi tempat kak Iqin melepaskan rindunya pada abang Is.selepas 6 bulan abang Is balik ke Malaysia dan membuat temujanji dengan kak Iqin untuk pertama kali.
Setelah berjumpa mereka membuat keputusan untuk berkahwin.Aku pula juga telah buat keputusan untuk keluar dari rumah abang Is setelah mereka berkahwin tapi dihalang oleh abang Is dan kak Iqin.

Kak Iqin kesian dengan aku dan telah menganggap aku sebagai adik dia.Buat pertama kali aku telah berjumpa dengan kak Iqin.Memang cantik orangnya.Berbadan kecil dan rendah.Berambut panjang dan berkulit putih.Tapi yang lebih menarik perhatian aku kak Iqin mempunyai bentuk tubuh yang cukup cantik.

Kak Iqin memiliki sepasang buah dada yang agak besar walaupun badannya kecil dan punggungnya juga agak mengghairahkan aku.Renungan mata kak Iqin terhadap aku menyebabkan aku resah.Tersimpan niat untuk aku menjelajahi tubuhnya tapi aku sedar dia milik abang Is,org yang aku kagum dan hormat.Akhirnya mereka berkahwin.Aku pula terpaksa duduk dengan mereka di sebuah apartmen.

Abang Is dan kak Iqin nampak bahagia.Namun begitu abang Is sentiasa berkerja masuk petang dan balik awal pagi kerana banyak rakaman lagu terpaksa dia buat.Kak Iqin sering ditinggalkan berdua dengan aku.

Kak Iqin sering melayan aku seperti budak kecil hinggakan aku naik rimas dan marah.Akhirnya satu malam terjadi sesuatu yang tidak diingini tetapi menjadi khayalan aku selama ini.Pukul 12 malam.

Aku seperti biasa hanya berdua dengan kak Iqin.Abang Is berkerja di studio dan balik pagi.Ketika itu kak Iqin sedang melipat baju didalam bilik.Aku diruang tamu sedang menonton tv.Secara tak sedar aku tertidur.Kak Iqin yang telah selesai kerjanya datang melihat aku.Dia kejutkan aku.'Zam,bangun dik.Kalau nak tidur masuk dalam bilik.'Aku yang separuh sedar bangun dan masuk ke bilik.Kak Iqin memadam lampu diruang tamu dan menutup tv.

Kak Iqin ketika itu memakai baju t shirt ketat berwarna putih dan berkain batik.Aku terpandang buah dadanya yang ditutup dengan coli berwarna hitam.Cukup besar dan mengghairahkan aku.Aku yang hanya berseluar pendek tanpa baju tiba-tiba mengangankan sesuatu.Aku semakin hilang kawalan bila melihat kak Iqin berjalan dihadapan aku dengan lenggang lenggok yang menggiurkan.Aku mula pasang perangkap.

Aku dah tak ingat kak Iqin isteri abang Is.Aku keluar balik ke ruang tamu.Sengaja aku buat termenung.Kak Iqin yang perasan aku keluar tadi datang ke arah aku.'Kenapa dik?Takde apa-apa kak.'Kak Iqin duduk rapat disebelah aku dan memegang tangan aku.Aku dan semakin bernafsu.Ditambah dengan minyak pewangi kak Iqin.Terasa nak peluk tapi hati aku kata sabar.'Ada masalah cerita kat akak.Abang Is takde akak kan ada.

'Aku mulakan lakonan aku.'Kak,saya ni anak yatim piatu.Tak pernah rasa kasih sayang ibu bapa.Tapi satu saja yang saya rasa terkilan sangat.'aAa dia dik?'tanya kak Iqin.'Kak,saya nak rasalah kesedapan susu ibu.'Kak Iqin agak terperanjat tapi masih tenang.'Kenapa ni zam?Jangan ingat cerita yang lama.

Azam kena mulakan hidup yang baru.Abang Is dengan kak Iqin ada.''Tapi kak,saya rasa hidup saya tak lengkap macam orang lain'.Aku dengan wajah sedih kepura-puraan melihat kak Iqin hampir masuk ke perangkap aku.Kak Iqin rasa serba tak kena.aAu pun tak tau kenapa.Tiba-tiba'zam,meh sini baring kat riba akak.'Alamak,perangkap dah nak mengena.

Kak Iqin yang ingat aku ni masih budak-budak dan tak mengerti apa-apa tanpa segan silu membuka coli hitamnya.Aku yang dah baring kat peha dia menanti sesuatu penuh harapan.Coli kak Iqin ditanggalkan.'Zam,rasalah zam.Akak sayang kau.Akak taknak kau derita.'Kak Iqin mengangkat baju t shirtnya dan terserlah 2 buah gunung yang segar betul-betul dihadapan mata aku.

Aku tanpa berlengah mula mencari putingnya.Dalam samar-samar cahaya,aku dapat lihat buah dadanya yang putih dan putingnya berwarna coklat.Aku berpura-pura seperti budak-budak mula menghisap puting buah dada sebelah kanan sambil tangan aku memegang isinya.

Memang terasa kehangatan buah dada kak Iqin yang aku rapatkan ke muka aku.Kak Iqin agak selamba tapi setelah lama aku menghisap putingnya, terdengar keluhan manja'ahh..ahh'.'zam,dahlah ye.

'Aku tak peduli permintaan kak Iqin.Aku semakin bernafsu dan hilang kawalan.Kak Iqin terus mengeluh'ahh..aduh..zam,please,dah.'Aku mula bertindak berani.Buah dada sebelah kiri aku ramas dengan kuat dan aku picit-picit putingnya yang sudah mula menegang dan mengeras.

'Zam,please zam.jangan buat camni.ahh..ahh..'Aku dah tak peduli.Aku terus hisap putingnya dengan rakus.Akhirnya kak iqin tewas.'Zam.akak dah tak tahan.Ahh..ahh..'kak Iqin terus mengeluh.Bila aku dengar dia berkata macam tu aku pun bangun dan baringkan dia.

Aku tindih badan dia dan mengangkat t shirtnya keatas.Terserlah buah dada idaman aku.Mata kak Iqin semakin kuyu.Aku terus bertindak menghisap putingnya kanan dan kiri bersilih ganti.Aku ramas kedua-dua buah dadanya tanpa henti sambil mencium lehernya bertalu-talu.kak Iqin semakin lemas.

Dia mula memberi reaksi dengan memeluk aku yang sedang berada diatasnya.Aku mencium bibir dan mengulum lidahnya.Dia membalas dengan bunyi keluhan yang semakin kuat.'ahh..ahh..'aku dah tak ingat siapa kak Iqin dan dia juga begitu.Selepas itu aku mula menurunkan tangan aku ke cipapnya.Tangan aku cuba masuk kedalam kain batiknya.Aku baru sedar kak iqin tidak berseluar dalam.Ketika aku cuba menyentuh cipapnya dia merapatkan kakinya dan menolak badan aku.

'Zam,please.ini kak Iqin la zam.Jangan camni.'Aku dah tak ambil peduli.Aku mula bertindak kasar dengan menolak kedua-dua peha kak Iqin secara kasar.Kak Iqin terpaksa menurut tindakan aku dan terbukalah celah kelangkangnya.Aku memainkan jari aku dibibir cipapnya.Aku tau sudah kak Iqin telah tewas.Cipapnya sudah berair hingga penuh di keliling bibir.Aku memainkan jari aku di kelentitnya.Walaupun dia cuba lagi menolak tapi aku rasakan dia sudah tak bermaya.

Aku terus memainkan jari aku dikelentitnya dan memasukkan jari aku kedalam lubang cipapnya.Ketika itu dia sudak tak melawan.Tanpa aku sedar dia telah menanggalkan bajunya.Aku tau aku aku sudah berjaya menaikkan nafsunya.Secara perlahan aku londehkan kainnya dan tarik kebawah.Kak Iqin kini tanpa seurat benang.Khayalan aku selama ini tepat.

Memang kak Iqin mempunya tubuh badan yang menggiurkan.Antara sedar atau tidak kak Iqin menarik seluar aku ke bawah.Kini aku pula bertelanjang bulat dan kami sudah bersedia mengharungi bahtera kenikmatan.Aku turunkan muka aku kebawah dan menjilat cipap kak Iqin.Ketika ini respon kak Iqin semakin menjadi-jadi.Dia mula tak tentu arah lebih-lebih lagi ketika aku menjilat cipapnya.'Ahh..ahh..ahh..aduh..zam..sedap.
'Aku dengan rakus menjilat seluruh bibir cipap,kelentitnya hingga kepangkal lubang cipapnya.Air mazi kak Iqin semakin melimpah.Ada satu aroma yang semakin aku cium semakin ghairah jadinya.Kak Iqin semakin hilang kawalan.Selepas menjilat dan bermain-main dicipapnya,aku mula kembali keatas.Aku bermain diputingnya dan menghisap serta meramas buah dadanya.Kak Iqin mula memegang batangku.Diurut-urut sehingga aku pula rasa lemas.

Aku bisikkan ditelinga kak Iqin'kak,nak hisap ke?'Kak Iqin menggelengkan kepala.Takpe ,aku paham.Ketika aku menindih badan dia dan menghisap puting buah dadanya,kak Iqin sudah tak tahan dan cuba memasukkan batang aku ke cipapnya.Aku tau maksud kak Iqin.Aku kangkangkan dia dan aku tau masa sudah tiba.Aku memainkan batang aku dikelentitnya.Dia semakin tak tentu arah.'Ahh..ahh.zam..masukkan cepat..akak tak tahan dah.

'Atas permintaan kak Iqin,aku mula masukkan batang aku kedalam cipapnya. 'Ahh..kak'aku pula mengeluh kerana cipap kak iqin begitu ketat.Aku hampir terpancut tapi dapat aku tahan.Aku mula mendayung perlahan-lahan.Diatas sofa kak Iqin mengeluh dan berbunyi begitu kuat.

'Ahh..ahh..lagi zam..lagi zam..ahh.aduh..aduh..'Aku menolak masuk dan menarik keluar secara perlahan.Badan kak Iqin semakin bergegar.Aku dapat lihat buah dadanya yang besar itu pun ikut sama turun dan naik.Memang itu yang nak aku lihat.Kak Iqin menutup matanya.

Dia benar-benar menikmati permainan ini.Aku mula melajukan kayuhan aku dan kembali memperlahankan.Cara ini yang membuatkan kak Iqin semakin resah.Kak Iqin mula bertindak kasar dengan memegang pinggang aku dan mula membantu aku menolak dan menarik.

Cara ini menyebabkan aku mula berindak semakin kasar dengan menghentak secara kuat.Berlaga peha aku dan peha kak Iqin.Terasa senak bila batang aku dihayun secara kasar oleh kak Iqin kedalam lubang cipapnya.Hampir 20 minit aksi seperti itu.
Aku tak dapat mengubah posisi lain sebab kak Iqin semakin ghairah dengan cara ini.Semakin lama semakin laju kak Iqin menghayun pinggang aku dan aku juga melajukan tindakan aku.'Ahh..ahh..ahh..lagi zam..lagi zam..lagi..'aku dapat rasakan kak Iqin semakin hampir nak terpancut maninya.Aku terus secara kasar menghentak lagi hingga aku rasa aku juga nak klimaks.

Hayunan semakin laju.Kak Iqin semakin hilang arah.Aku sudah hampir klimaks.Aku cuba nak tarik keluar tapi kak Iqin memegang kuat pinggang aku.Aku tak boleh buat apa-apa.Semakin laju tindakan kami.Badan kak Iqin mula mengeras.Mata kak Iqin terbuka sedikit.Aku cuba lagi tarik keluar tapi dihalang kak Iqin.Kak Iqin menjerit kuat 'ahh.........ahh.........'akhirnya kami klimaks secara serentak.Aku memancutkan air mani aku kedalam cipap kak Iqin.

Badan kak Iqin terus mengeras dan secara perlahan dia membaringkan badannya kembali ke lantai sofa.Aku terdampar di dada kak Iqin.Kami keletihan yang amat sangat.Hampir 5 minit tanpa bersuara.Akhirnya aku keluarkan batang aku yang dipenuhi air mani kak Iqin.Aku bangun dan memakai seluar kembali.

Kak Iqin masih terbaring di sofa dalam keadaan masih bogel.Aku keluar ke balkoni dan menghisap rokok.Didalam aku dengar kak Iqin menangis teresak-esak.Aku masuk dan aku cakap'maaf kak.'Kak Iqin cuma diam.Dia bangun mengambil baju dan kainnya terus masuk ke bilik.Malam itu juga aku mengemaskan barang aku dengan niat keluar dari rumah.
Tak sanggup melihat wajah seorang isteri kepada seorang yang aku anggap abang yang aku telah aku tiduri.Aku keluar dan tinggalkan abang is yang kini mungkin sedang dalam persoalan.

Aku tak tau kalau kak Iqin cerita pada abang Is tapi terpulanglah.Aku sudah pergi jauh.......


Nukilan
"Unknown"
READ MORE - Anak Yatim

Selasa, 19 Februari 2013

Singa Jatuh Cinta

Jaman dahulu kala ada seekor singa yang jatuh cinta pada seorang gadis. Gadis itu tinggal di hutan bersama orang tuanya seorang penebang kayu. Saking cintanya, pada suatu hari singa datang ke gubuk penebang kayu dan mengetuk pintu. Penebang kayu membuka pintu dan dengan terkejut mendapati seekor singa berdiri di depan pintu.
"Penebang kayu!" sapa singa dengan suaranya yang menggeram. Saking terkejutnya penebang kayu hanya bisa terdiam di ambang pintu. Singa tanpa basa basi tidak menunggu balasan penebang kayu.
"Aku mau mengambil anakmu sebagai istriku! Bagaimana menurut pendapatmu?" singa meminta tapi dengan nada memaksa.
Penebang kayu semakin terkejut, tapi lalu ia bisa menenangkan dirinya sejenak. Ia tidak mau anak gadisnya menjadi istri singa, tapi ia takut membangkitkan amarah singa yang terkenal buas. Berpikir lama ia lalu menelan ludah dan menjawab,"Tuanku singa, sang raja hutan. Aku merasa tersanjung dengan permintaanmu. Tapi anak gadisku sangat lemah dan kulitnya sangat lembut, aku merasa khawatir jika kasih sayang tuanku sekarang ini bisa melukainya. Bagaimana jika tuanku memotong dahulu kuku-kuku tuan dan mencopot gigi-gigi tuan yang begitu tajam, baru nanti kita bicarakan tentang lamaran tuan lagi."
Singa yang sudah begitu kasmaran segera menyetujui permintaan penebang kayu. Ia memotong cakarnya dan mencabut semua gigi. Segera ia mendatangi lagi rumah penebang kayu dan mengetuk pintu.
Pintu terbuka, di baliknya berdiri penebang kayu dan anak gadisnya. Singa berdiri dengan telapak kakinya menampakkan kuku terpotong rapi, dan ia segera hendak berbicara. Tetapi si penebang kayu dan anak gadisnya lebih dahulu tertawa terbahak bahak sambil memegangi perut mereka. Mereka tertawa melihat singa yang ompong, tidak ada satupun gigi di mulutnya.
"Hahaha!Hohoho!" mereka berdua tidak henti-hentinya tertawa. Setelah agak reda rasa gelinya, penebang kayu berkata pada singa, "Anak gadisku tidak akan pernah menjadi istrimu. Lakukan saja apa yang kau mau pada kami sekarang!"
Tak ada seorang pun yang takut pada singa yang ompong dan berkuku tumpul.   

Terjemah bebas dari : The Lion in Love, www.aesopfables.com

Pesan dari cerita ini adalah : orang ditakuti hanya karena kekuasaannya. Jika kekuasaannya hilang ia tidak akan ditakuti. Dan ingatlah, jauh lebih baik dihormati daripada ditakuti.
Pesan lainnya adalah : rasa kasih sayang bisa melembutkan orang yang berperangai kasar.
READ MORE - Singa Jatuh Cinta